Pendakian MAPALA, Tempa Mental dan Solidaritas

  • 16 Apr 2026 19:08 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong Kegiatan mendaki gunung tidak hanya menjadi ajang uji fisik, tetapi juga sarana pembentukan mental, kedisiplinan, dan kerja sama tim. Dalam setiap perjalanan, para pendaki dihadapkan pada medan terjal, cuaca yang tidak menentu, hingga keterbatasan logistik yang menuntut kesiapan matang dan kekompakan tim.

Hal ini menjadi bagian penting dalam aktivitas Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA), dari perguruan tinggi di Kabupaten Sanggau yang menjadikan pendakian sebagai media pembelajaran di alam terbuka. Bagi anggota MAPALA Polnep Sanggau Fransiska Melaya Ekaputri, perjalanan menuju puncak bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi proses pendidikan karakter yang komprehensif.

Melalui kegiatan tersebut, kata dia, anggota dilatih membangun kepemimpinan, tanggung jawab, solidaritas, serta kemampuan bertahan dalam kondisi sulit. Selain itu, pendakian juga menumbuhkan kesadaran untuk mencintai dan menjaga kelestarian alam.

Fransiska mengungkapkan, dalam tahapan awal seperti pendidikan dasar (diksar), peserta masih difokuskan pada pendalaman teori sebelum terjun langsung ke praktik lapangan.

“Pada saat diksar, kita masih pendalaman teori, seperti perkuliahan yang ada teori dan praktik. Untuk teori diberikan di pendidikan dasar,” ujar Fransiska dalam Obrolan Sore Ceria RRI Pro 2 Sanggau, Rabu 15 April 2026.

Ia menjelaskan, setelah menyelesaikan diksar, peserta biasanya mengikuti kegiatan lanjutan seperti jadwal camp yang menjadi momen penyegaran sebelum memasuki tahapan berikutnya. Kegiatan ini tidak hanya menjadi waktu istirahat, tetapi juga mempererat kebersamaan antaranggota serta mempersiapkan fisik dan mental sebelum menghadapi tantangan berikutnya.

“Kita ada jadwal camp, ibaratnya untuk refreshing dulu sebelum masuk tahap selanjutnya,” terangnya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut kata Fransiska , anggota MAPALA belajar pentingnya saling membantu dan menjaga keselamatan tim. Nilai-nilai kebersamaan dan tanggung jawab menjadi fondasi utama dalam setiap perjalanan.

Sehingga tambahnya, pendakian gunung menjadi ruang belajar yang efektif dalam membentuk pribadi yang tangguh, disiplin, dan peduli lingkungan. Dengan pengalaman tersebut, anggota diharapkan mampu membawa nilai-nilai positif itu ke dalam kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....