Sanggau Kesulitan Regenerasi Pemain Musik Tradisional

  • 15 Apr 2026 09:34 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Upaya menjaga keberlangsungan musik tradisional kini menghadapi tantangan serius, terutama dalam hal regenerasi pemain dari kalangan generasi muda. Minimnya minat anak muda terhadap seni tradisi menjadi kekhawatiran bagi para pelaku budaya di daerah.

Perkembangan teknologi dan arus budaya modern dinilai turut memengaruhi perubahan minat generasi muda. Musik modern yang lebih populer dan mudah diakses membuat kesenian tradisional semakin tersisih.

“Saat ini sangat sulit menemukan anak muda yang benar-benar mau belajar dan menekuni musik tradisional,” kata Ketua Sanggar Sang Suanang, Fery saat dalam Dialog Sanggau Menyapa, Rabu 15 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa proses belajar musik tradisional membutuhkan kesabaran dan ketekunan yang tinggi. Hal ini sering kali menjadi alasan generasi muda kurang tertarik karena menginginkan sesuatu yang instan.

“Jika ada lebih banyak panggung dan kesempatan tampil, saya yakin minat mereka bisa tumbuh tapi sayangnya saat ini masih minim kesempatan mereka untuk tampil,” ujarnya.

Selain itu, kata Fery, dukungan dari lingkungan keluarga dan pendidikan juga dinilai penting dalam mengenalkan musik tradisional sejak dini. Tanpa pengenalan yang cukup, generasi muda akan semakin jauh dari akar budayanya sendiri.

“Kita harus mampu mengemas musik tradisional dengan cara yang lebih menarik tanpa menghilangkan nilai aslinya serta membuat anak muda ini menjadi tertarik untuk ikut melestarikan musik daerah, mereka harus punya rasa tanggung jawab itu,” ungkapnya.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Dengan berbagai tantangan yang ada, jelas Fery, upaya regenerasi tetap harus dilakukan secara berkelanjutan. Kolaborasi berbagai pihak diharapkan mampu menjaga eksistensi musik tradisional agar tidak punah di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....