Potret Miris Pendidikan, Guru Ini Temukan Siswa SD Belum Paham Wudhu dan Salat
- 05 Apr 2026 15:23 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Di tengah gaung semangat pendidikan yang kian lantang disuarakan hingga ke penjuru negeri, tersibak sebuah realita yang mengejutkan sekaligus menggugah nurani dari ruang-ruang kelas di wilayah pelosok. Di balik upaya pemerataan akses dan kualitas pendidikan, masih tersimpan potret yang mengundang keprihatinan mendalam.
Seorang guru muda Pendidikan Agama Islam SDN 02 Jongkong, asal Kapuas Hulu, Irma Nurmia, dibuat terhenyak saat menemukan siswa sekolah dasar belum memahami tata cara ibadah paling mendasar dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengungkapkan bahwa kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus panggilan hati untuk memperbaiki pemahaman siswa.
"Ketika saya datang ke salah satu sekolah, saya mendapati anak-anak kelas lima dan enam bahkan belum tahu cara berwudhu dengan benar dan belum hafal bacaan salat. Hal itu membuat saya sangat miris dan merasa harus melakukan sesuatu," kata Irma dalam Obrolan Sore Ceria Pro 2 RRI Sanggau, Jumat, 3 April 2026.
Irma menjelaskan, fenomena tersebut bukan untuk menyalahkan pihak tertentu, melainkan menjadi cerminan perlunya kolaborasi antara guru dan orang tua. Ia menilai pendidikan dasar keagamaan seharusnya sudah tertanam sejak dini, baik di sekolah maupun di rumah.
"Saya tidak menyalahkan guru atau siapa pun, karena ini tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga. Yang penting bagaimana ke depan kita bisa memperbaiki dan membimbing anak-anak ini," katanya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut justru menjadi pemantik semangat baginya untuk lebih intensif menanamkan pemahaman dasar kepada siswa sebelum melangkah ke materi yang lebih kompleks dan berjenjang. Menurutnya, fondasi yang kokoh sejak awal akan menjadi penentu utama kualitas pemahaman, sekaligus membentuk karakter belajar siswa yang lebih matang di masa depan.
"Saya berusaha setiap kali bertemu mereka untuk mengajarkan kembali dari dasar, mulai dari wudhu hingga salat. Harapannya mereka tidak hanya tahu, tetapi juga mampu mempraktikkannya dengan baik," ujarnya.
Menurutnya, pendekatan yang dilakukan harus penuh kesabaran dan empati, mengingat setiap anak memiliki latar belakang yang berbeda. Ia menekankan pentingnya metode pembelajaran yang sederhana namun efektif agar mudah dipahami siswa.
Irma menaruh harapan besar agar seluruh elemen, baik keluarga, sekolah, maupun lingkungan, semakin peduli terhadap pentingnya pendidikan dasar keagamaan bagi anak sejak dini. Untuk itu dihimbau agar orang tua dan guru dapat berjalan beriringan, saling menguatkan peran, demi membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai spiritual dan berkarakter luhur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....