Anak Sulit Diatur? Ini Kesalahan Orang Tua saat Didik Anak yang Sering Tak Disadari
- 18 Mei 2026 16:14 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Perkembangan karakter anak pada dasarnya tidak hanya ditentukan oleh lingkungan sekolah, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh pola pengasuhan di rumah yang menjadi fondasi utama dalam proses pendidikan sejak dini. Oleh karena itu, peran orang tua dinilai memiliki posisi yang sangat krusial dan menentukan dalam membentuk kebiasaan, sikap, serta perilaku anak, karena nilai-nilai yang ditanamkan di lingkungan keluarga akan menjadi dasar yang melekat dan terbawa dalam kehidupan anak di kemudian hari.
Guru Pendidikan Agama Islam SDN 27 Sungai Raya, Rendi Wandera, mengatakan pendidikan pertama seorang anak sesungguhnya dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, kebiasaan yang ditanamkan orang tua di rumah akan sangat memengaruhi sikap anak ketika berada di sekolah maupun di lingkungan sosial.
“Pendidikan pertama itu berasal dari rumah, terutama dari orang tua. Kalau kebiasaan baik sudah dibangun sejak kecil, biasanya itu juga terbawa ketika anak berada di sekolah,” ujar Rendi dalam Obrolan Sore Ceria Pro 2 RRI Sanggau, Sabtu, 16 Mei 2026.
Dijelaskan bahwa salah satu kesalahan yang masih kerap dilakukan oleh orang tua adalah terlalu memaksakan kehendak kepada anak tanpa terlebih dahulu memberikan teladan atau contoh yang baik dalam keseharian. Pendekatan seperti itu justru dapat membuat anak kesulitan memahami nilai yang ingin disampaikan, bahkan berpotensi menimbulkan penolakan karena anak lebih mudah meniru daripada sekadar menerima perintah tanpa contoh nyata.
“Kadang orang tua menyuruh anak melakukan sesuatu, tetapi dirinya sendiri tidak memberikan contoh. Padahal anak lebih mudah meniru apa yang dilihat dibanding hanya mendengar perintah,” katanya.
Dikatakan bahwa anak-anak pada dasarnya memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi, sehingga perlu mendapatkan arahan dengan pendekatan yang tepat, sabar, dan sesuai dengan tahap perkembangan usia mereka. Larangan maupun teguran sebaiknya diberikan secara bijak dan proporsional, serta difokuskan pada hal-hal yang benar-benar berpotensi membahayakan atau yang berkaitan dengan perilaku tidak sopan, agar anak tetap tumbuh dengan rasa percaya diri sekaligus memahami batasan yang benar dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak jangan terlalu sering dipaksa atau dimarahi. Yang penting orang tua mampu menjadi teladan dan membangun komunikasi yang baik dengan anak,” jelasnya.
Rendi berharap para orang tua dapat lebih aktif dan terlibat langsung dalam mendampingi tumbuh kembang anak di rumah, terutama di tengah derasnya pengaruh teknologi dan media sosial yang semakin sulit dibendung saat ini. Pendidikan karakter yang kuat harus dibangun sejak dari lingkungan keluarga sebagai dasar utama, sebelum kemudian diperkuat dan dikembangkan melalui peran sekolah serta lingkungan pendidikan yang lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....