Menjemput Mimpi di tengah Keterbatasan Fisik

  • 23 Feb 2026 06:55 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk meraih prestasi dan berkontribusi bagi masyarakat. Semangat dan kemauan menjadi faktor utama dalam menembus berbagai tantangan.

Seorang difabel pengguna kursi roda asal Jakarta, Tuti Alawiyah mengatakan kebanggaannya dapat meraih gelar sarjana pendidikan dan menjadi guru bagi anak-anak disabilitas. Pencapaian tersebut merupakan mimpi yang diperjuangkannya sejak lama.

“Saya ingin membuktikan bahwa disabilitas bukan penghalang untuk meraih pendidikan tinggi dan bekerja. Saya bersyukur bisa menjadi guru dan menyelesaikan pendidikan hingga sarjana,” ujar Tuti dalam Program Ruang Disabilitas dan Inklusi RRI Entikong, Sabtu 21 Februari 2026.

Ia menjelaskan proses tersebut tidak mudah karena sempat menghadapi keterbatasan akses perguruan tinggi. Namun, Ia memilih tetap bergerak mencari peluang kerja sambil terus berupaya melanjutkan pendidikan.

“Kesempatan itu harus dijemput meski jalannya berbeda dan lebih panjang. Saya tidak ingin keterbatasan fisik dijadikan alasan untuk berhenti bermimpi,” ujarnya.

Selain itu, Tuti juga berbagi pengalamannya dalam mengajar anak-anak autis yang merupakan salah satu momen paling membanggakan dalam hidupnya. Pendekatan personal dan kesabaran menjadi kunci keberhasilan dalam membangun kedekatan dengan murid.

“Capek boleh, tapi jangan menyerah pada keadaan. Selama ada kemauan dan usaha, selalu ada jalan untuk mencapai tujuan,” ungkapnya.

Tuti mengajak penyandang disabilitas lain untuk terus percaya pada kemampuan diri sendiri. Kesempatan akses pendidikan dan pekerjaan, dinilainya terbuka luas bagi siapa saja yang mau berjuang dan tidak menyerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....