IOSKI Sanggau Optimistis Raih Prestasi Lebih Baik

  • 10 Jul 2026 16:20 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Sanggau – Keikutsertaan Ikatan Olahraga Senam Kreasi Indonesia (IOSKI) dan Indonesian Cheer Association (ICA) Kabupaten Sanggau pada Festival Olahraga Provinsi (FORPROV) Kalimantan Barat 2026 menjadi pengalaman berharga dalam meningkatkan kualitas pembinaan atlet sekaligus mengukur kemampuan mereka di tingkat provinsi. Berbagai tantangan yang dihadapi selama kompetisi tidak menyurutkan semangat para atlet untuk tampil maksimal serta membawa nama baik Kabupaten Sanggau melalui penampilan terbaik mereka.

Ketua Ikatan Olahraga Senam Kreasi Indonesia (IOSKI) Kabupaten Sanggau, Eva Oktavianti, mengatakan setiap ajang kompetisi selalu menghadirkan tantangan yang harus dihadapi dengan kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah dari seluruh atlet maupun pelatih. Menurutnya, keberhasilan mengikuti FORPROV menjadi motivasi penting untuk terus memperbaiki kualitas pembinaan dan meningkatkan prestasi pada kejuaraan berikutnya.

“Tantangan utama yang dihadapi tim IOSKI dan ICA Kabupaten Sanggau pada FORPROV 2026 meliputi keterbatasan biaya untuk memenuhi kebutuhan kostum, rias, serta perlengkapan penampilan yang menjadi bagian penting dalam kompetisi,” ungkap Eva Oktavianti dalam Dialog Sanggau Menyapa, Jumat 10 Juli 2026.

Ia menjelaskan bahwa kebutuhan perlengkapan penampilan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kompetisi karena atlet dituntut tampil maksimal, baik dari segi teknik maupun penampilan. Oleh sebab itu, dukungan pembiayaan yang memadai sangat dibutuhkan agar atlet dapat mempersiapkan diri secara optimal sebelum mengikuti pertandingan di tingkat provinsi.

Selain persoalan biaya, Eva menilai sistem pertandingan yang masih menggabungkan atlet putra dan putri menjadi tantangan tersendiri karena terdapat perbedaan kemampuan fisik yang cukup signifikan dalam cabang olahraga tersebut. Kondisi tersebut membuat atlet putri harus bekerja lebih keras untuk bersaing dengan atlet putra yang memiliki keunggulan dari sisi kekuatan fisik.

Menurutnya, meskipun menghadapi berbagai keterbatasan, para atlet tetap mampu menunjukkan semangat juang, kekompakan, serta rasa percaya diri yang tinggi selama mengikuti seluruh rangkaian pertandingan di FORPROV 2026. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam meningkatkan kemampuan teknis, mental bertanding, dan kesiapan menghadapi kompetisi yang lebih besar pada masa mendatang.

“Sistem pertandingan yang menggabungkan atlet putra dan putri dinilai menjadi tantangan tersendiri karena perbedaan kemampuan fisik, sehingga diharapkan pada ajang berikutnya kategori perlombaan dapat dipisahkan agar persaingan berlangsung lebih adil,” katanya.

Eva berharap dukungan dari pemerintah daerah, sponsor, dan masyarakat terhadap pembinaan atlet terus ditingkatkan agar kebutuhan latihan maupun perlengkapan dapat terpenuhi dengan lebih baik pada masa mendatang. Ia juga berharap penyelenggaraan FORPROV berikutnya dapat mempertimbangkan pemisahan kategori putra dan putri sehingga kompetisi berlangsung lebih seimbang, sportif, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh atlet untuk meraih prestasi terbaik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....