Risiko Karhutla Sanggau Masuk Kelas Tinggi

  • 10 Feb 2026 19:16 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di Kabupaten Sanggau. Berdasarkan hasil kajian risiko bencana, sebagian besar wilayah di daerah tersebut masuk dalam kategori risiko tinggi terhadap kejadian karhutla.

Analis Mitigasi Bencana BPBD Sanggau, Apriati, menjelaskan bahwa risiko karhutla di Kabupaten Sanggau berada pada kelas risiko tinggi. Dari total 169 desa dan kelurahan yang tersebar di 15 kecamatan, tercatat sebanyak 167 desa dan kelurahan terpapar risiko kebakaran hutan dan lahan.

“Risiko kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sanggau masuk kelas risiko tinggi. Dari 169 desa dan kelurahan di 15 kecamatan, sebanyak 167 di antaranya terpapar risiko karhutla,” ujar Apriati dalam dialog Kentongan RRI Entikong, Selasa 10 Februari 2026.

Ia mengatakan, luas wilayah yang berpotensi terdampak karhutla mencapai sekitar 1.189.445 hektar. Kondisi ini, menurutnya, memerlukan upaya mitigasi dan pencegahan yang dilakukan secara berkelanjutan dan terkoordinasi.

Apriati mengakui, tingginya risiko karhutla tidak terlepas dari faktor cuaca, kondisi lahan, serta aktivitas manusia. Oleh karena itu, kesiapsiagaan seluruh pihak dinilai sangat penting untuk menekan potensi terjadinya kebakaran.

“Upaya pencegahan harus dilakukan bersama, baik oleh pemerintah daerah, aparat terkait, maupun masyarakat. Kesadaran untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar sangat menentukan,” ujarnya.

Menurut Apriati, BPBD Sanggau terus melakukan langkah mitigasi melalui sosialisasi, patroli terpadu, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.

“Dengan peran aktif masyarakat dan kesiapsiagaan bersama, diharapkan risiko dan dampak karhutla di Kabupaten Sanggau dapat diminimalkan,” terang Apriati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....