Panen Jagung Kuartal I Polsek Sekayam Capai 31,9 Ton

  • 08 Jul 2026 14:13 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Kepolisian mencatat capaian panen jagung hibrida sebanyak 31,944 ton dari lahan seluas dua hektare di Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau. Capaian itu didapat dari panen jagung hibrida Kuartal I Tahun 2026 dilaksanakan di lahan demplot Dusun Lomur II, Desa Kenaman.

Kapolsek Sekayam, AKP Sutikno mengatakan, hasil panen tersebut membuktikan pemanfaatan lahan produktif mampu meningkatkan produksi pangan apabila dikelola secara konsisten dan didukung kolaborasi seluruh pihak. Produktivitas tersebut diperoleh melalui pendampingan budidaya yang melibatkan Polsek Sekayam bersama penyuluh pertanian selama masa tanam hingga panen.

"Panen hampir 32 ton ini menunjukkan bahwa program ketahanan pangan dapat diwujudkan melalui kerja sama yang kuat antara Polri, penyuluh pertanian, dan masyarakat. Kami ingin hasil ini menjadi bukti bahwa wilayah perbatasan juga mampu memberikan kontribusi terhadap target swasembada pangan nasional," kata Sutikno, Rabu 8 Juli 2026.

Proses ubinan panen jagung hibrida Kuartal I Tahun 2026 dilaksanakan di lahan demplot Dusun Lomur II, Desa Kenaman, Rabu 8 Juli 2026. (Foto: Dok. Polres Sanggau)

Kapolsek mengungkapkan, berdasarkan pengukuran menggunakan metode ubinan, produktivitas jagung mencapai 15,972 ton per hektare tongkol basah. Dengan luas lahan dua hektare, estimasi hasil panen mencapai 31,944 ton, yang dinilai mencerminkan keberhasilan penerapan budidaya jagung hibrida secara optimal.

Menurut Sutikno, keberhasilan tersebut tidak hanya diukur dari besarnya hasil panen, tetapi juga dari meningkatnya partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan lahan produktif. Pendampingan yang dilakukan diharapkan mampu mendorong petani meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

"Kami berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi petani untuk terus menanam jagung dan mengoptimalkan lahan yang tersedia. Semakin luas lahan yang dimanfaatkan, semakin besar kontribusi daerah dalam menjaga ketersediaan pangan nasional," ujarnya.

Sutikno menegaskan, panen jagung itu menjadi indikator bahwa kolaborasi lintas sektor mampu memperkuat ketahanan pangan dari wilayah perbatasan. Pola pendampingan yang dilakukan Polsek Sekayam, diharapkannya, dapat menjadi inspirasi bagi kelompok tani lain untuk meningkatkan produksi pertanian secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....