Panen Jagung Polsek Jangkang Capai 7,88 Ton

  • 03 Jun 2026 20:49 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Program ketahanan pangan menunjukkan hasil menggembirakan dari panen jagung hibrida kuartal II di Dusun Perintis, Desa Balai Sebut, Kecamatan Jangkang. Dari lahan seluas satu hektare, hasil panen jagung pipil kering diperkirakan mencapai 7,88 ton per hektare.

Camat Jangkang, Yuliana Ernawati memberikan apresiasi atas produktivitas lahan swakelola dari petani bersama jajaran kepolisian. Menurutnya, hasil panen yang diraih menunjukkan sektor pertanian masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai penopang ekonomi masyarakat sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.

“Keberhasilan ini patut diapresiasi karena merupakan hasil kerja keras petani yang didukung berbagai pihak. Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan pertanian dan memanfaatkan lahan produktif yang tersedia,” ungkap Yuliana, Rabu 3 Juni 2026.

Ia mengatakan, pemerintah kecamatan akan terus mendorong pengembangan sektor pertanian melalui sinergi dengan penyuluh pertanian, kelompok tani, serta berbagai pihak terkait. Langkah tersebut penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas areal tanam di masa mendatang.

“Ketahanan pangan tidak hanya berbicara soal ketersediaan pangan, tetapi juga kesejahteraan petani. Karena itu, kami berharap keberhasilan panen ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain untuk terus meningkatkan produksi pertanian,” katanya.

Panen Jagung Hibrida Kuartal II Tahun 2026 di Dusun Perintis, Desa Balai Sebut, Kecamatan Jangkang, Rabu 3 Juni 2026. (Foto: Dok. Polres Sanggau)

Sementara itu, Kapolsek Jangkang, Iptu Sukarjo menyampaikan, keberhasilan panen jagung hibrida tersebut merupakan hasil kolaborasi antara petani, pemerintah, penyuluh pertanian, TNI, dan Polri dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Swadaya petani untuk budidaya jagung salah satu kunci keberhasilan program penanaman jagung kuartal Ii Jangkang.

“Ini adalah hasil bersama, dan berkat kersama yang baik sehingga bisa mendapatkan produksi jagung yang sangat baik,” kata Sukarjo.

Dia menyampaikan, dari hasil panen tersebut diperoleh rata-rata produksi 11,63 kilogram per sampel. Berdasarkan perhitungan teknis, produktivitas jagung mencapai sekitar 18,61 ton per hektare dalam kondisi tongkol basah dan sekitar 14,08 ton per hektare setelah dikonversi menjadi tongkol kering.

"Hasil akhir berupa jagung pipil kering diperkirakan mencapai 7,88 ton per hektare. Setelah melalui pengeringan, jagungnya akan dikirim ke Gudang bulog Sanggau untuk menopang program ketahanan pangan daerah," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....