Produktivitas Jagung Petani Binaan Polsek Entikong Lampaui Target

  • 07 Jul 2026 18:52 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Produktivitas jagung hibrida di Kecamatan Entikong mencapai 13,36 ton per hektare. Capaian tersebut diperoleh dalam panen jagung hibrida kuartal II tahun 2026 di lahan demplot seluas satu hektare di Dusun Entikong Tapang.

Kapolsek Entikong, AKP Donny Sembiring mengatakan, kegiatan panen kali ini melibatkan jajaran Polsek Entikong, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), penyuluh pertanian lapangan, dan kelompok tani menjadi wujud sinergi lintas sektor dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa hingga nasional.

“Kita kembali melakukan panen raya untuk jagung hibrida swadaya petani di Dusun Entikong Tapang yang di awali dengan proses ubinan guna mengetahui hasil produksi jagungnya,” kata AKP Donny Sembiring, Selasa 7 Juli 2026.

Ia menyampaikan, berdasarkan hasil ubinan tim BPP Kecamatan Entikong, sampel panen menghasilkan rata-rata 8,35 kilogram. Dari hasil tersebut diperkirakan produktivitas jagung tongkol basah mencapai 13,36 ton per hektare yang menunjukkan potensi pengembangan jagung hibrida di kawasan perbatasan.

Dia mengatakan, keberhasilan panen menjadi bukti bahwa pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan mampu meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat. Menurutnya, pengembangan sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung target kemandirian pangan nasional.

"Capaian panen ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara petani, penyuluh pertanian, pemerintah, dan Polri mampu menghasilkan produktivitas yang optimal. Kami ingin program ketahanan pangan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional," ujarnya.

Ia menjelaskan, keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan implementasi dukungan terhadap Asta Cita Presiden yang menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu agenda prioritas pembangunan nasional. Karena itu, pendampingan kepada kelompok tani akan terus diperkuat agar produktivitas lahan terus meningkat.

"Kami berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan lahan produktif untuk budidaya jagung dan komoditas pangan lainnya. Jika produktivitas terus meningkat, kontribusi daerah terhadap pencapaian swasembada pangan nasional juga akan semakin besar," ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....