Petani Binaan Polsek Noyan Kembangkan Mesin Pengering Jagung
- 15 Jun 2026 19:41 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Inovasi sederhana yang dikembangkan petani di Desa Sungai Dangin, Kecamatan Noyan, Kabupaten Sanggau memberikan solusi terhadap persoalan pengelolaan pascapanen jagung. Melalui mesin pengering rakitan bernama "Bad Driyer", proses pengeringan jagung yang sebelumnya bergantung pada cuaca kini dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
Petani jagung binaan Polsek Noyan, Riko mengungkapkan, dia mengembangkan alat tersebut setelah menghadapi kendala berulang setiap musim panen. Cuaca yang tidak menentu, keterbatasan lahan penjemuran, serta lamanya proses pengeringan kerap memengaruhi kualitas hasil panen dan berpotensi menurunkan harga jual jagung di tingkat petani.
“Awalnya saya melihat kendala besar dalam mengeringkan hasil panen, sehingga jagung yang kita jemur mengunakan panas matahari tidak maksimal, jadi saya buat alat pengering ini,” ungkap Riko, Senin 15 Juni 2026.
Menurutnya, kebutuhan akan teknologi pengering terutama saat gencar-gencarnya pelaksanaan program ketahanan pangan melalui penanaman jagung. Alat ini menjadi penting karena kualitas jagung sangat ditentukan oleh kadar air setelah panen, jika kadar air terlalu tinggi, jagung rentan rusak dan sulit memenuhi standar pembeli maupun industri pengolahan.

Dikatakan, mesin Bad Driyer mampu mengeringkan lebih dari dua ton jagung hanya dalam waktu sekitar enam jam. Selain mempercepat proses pascapanen, alat tersebut juga menghasilkan kadar air jagung berkisar 9 hingga 11 persen.
Sementara itu, Kapolsek Noyan, Iptu Suharyanto mengatakan, inovasi dengan alat pengering hasil panen ini sangat membantu kegiatan produksi, dari program ketahanan pangan khususnya jagung. Menurutnya, keberhasilan itu menjadi contoh bagaimana teknologi tepat guna dapat membantu meningkatkan produktivitas dan nilai tambah sektor pertanian.
“Inovasi ini tidak hanya membantu mempercepat proses pascapanen, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas hasil panen petani. Kami berharap apa yang dilakukan Riko dapat menjadi inspirasi bagi petani lainnya untuk terus berinovasi,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....