Festival Bale Nagi Dorong Pariwisata Buddaya dan Ekonomi Kreatif

  • 14 Jul 2026 15:14 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flores Timur – Bupati Flores Timur, Ir. Antonius Doni Dihen, secara resmi meluncurkan pelaksanaan Festival Bale Nagi (FBN) Tahun 2026 di halaman Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur, Sabtu 11 Juli 2026. Peluncuran tersebut menandai dimulainya rangkaian kegiatan Festival Bale Nagi yang dijadwalkan akan dilaksanakan mulai tanggal 30 Juli hingga 1 Agustus 2026 mendatang.

Dalam sambutannya, Bupati Antonius Doni Dihen menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur bersama seluruh panitia, komunitas budaya, pelaku ekonomi kreatif, sponsor, media massa, serta berbagai pihak yang mendukung di tengah keterbatasan anggaran. Menurutnya, semangat, ketangguhan, dan kegigihan seluruh penyelenggara menjadi bukti keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk menghadirkan sebuah festival yang mampu membanggakan masyarakat Flores Timur.

"Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan beserta seluruh tim. Di tengah berbagai keterbatasan, mereka tetap menunjukkan semangat, ketangguhan, dan kegigihan untuk memastikan Festival Bale Nagi tetap terselenggara. Inilah modal utama yang akan membawa Flores Timur semakin maju," ujar Bupati.

Bupati menegaskan bahwa Kabupaten Flores Timur memiliki kekayaan alam, budaya, dan tradisi yang menjadi anugerah sekaligus potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keindahan laut dan pegunungan, kekayaan kuliner, seni budaya Lamaholot, hingga tradisi religius Semana Santa dinilai sebagai aset yang harus terus dilestarikan dan dikembangkan.

Melalui Festival Bale Nagi 2026, Pemerintah Kabupaten Flores Timur ingin menampilkan seluruh kekayaan tersebut sebagai wajah terbaik daerah kepada masyarakat Indonesia bahkan dunia. Festival ini menjadi akan sarana promosi pariwisata, pelestarian budaya, sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Menurut Bupati, Festival Bale Nagi bukan sekadar agenda tahunan ataupun hiburan semata, tetapi menjadi ruang bersama untuk memperkenalkan identitas Flores Timur. Melalui festival ini budaya Lamaholot, sejarah, tradisi, keindahan alam, kuliner, musik, tarian, kerajinan, hingga kreativitas masyarakat diperkenalkan kepada publik.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Festival Bale Nagi mengusung tema "Millenial Keru Baki; Torang Semua Bersaudara". Tema tersebut mengangkat nilai luhur masyarakat Lamaholot yang mencerminkan semangat persaudaraan, kekeluargaan, kebersamaan, serta saling merangkul tanpa memandang perbedaan asal-usul.

Bupati menjelaskan nilai "Keru Baki" menjadi pengingat bahwa masyarakat Flores Timur berasal dari berbagai latar belakang sejarah dan budaya, namun dipersatukan menjadi satu keluarga besar Lamaholot.

"Keru Baki mengingatkan kita bahwa meskipun berasal dari berbagai latar belakang, kita telah diproses oleh sejarah menjadi satu masyarakat Flores Timur yang hidup dalam semangat persaudaraan. Inilah kekuatan terbesar yang harus terus kita rawat dan kita wariskan kepada generasi mendatang," ungkapnya.

Pemerintah juga berharap Festival Bale Nagi 2026 mampu menjadi momentum untuk memperkuat identitas budaya, meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap jati diri Lamaholot, sekaligus memperluas promosi destinasi wisata Flores Timur. Festival ini juga diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pelaksanaan Festival Bale Nagi 2026 merupakan bagian dari komitmen pemerintah mewujudkan visi pembangunan daerah, yakni Flores Timur Produktif dan Inovatif Menuju Lewotana Flores Timur yang Maju, Berdaya dan Berkelanjutan. Salah satunya melalui penguatan sektor pariwisata berbasis budaya, kearifan lokal dan partisipasi aktif masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....