Festival Golo Koe 2026 Resmi Dibuka, Menpar Tekankan Pariwisata Berbasis Budaya

  • 10 Agt 2026 18:55 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 resmi dibuka di Marina Waterfront Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin 10 Agustus 2026.

Festival yang memasuki tahun kelima ini berlangsung hingga 15 Agustus 2026 dan diikuti 160 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM, serta kembali masuk dalam jajaran Top 10 Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, perkembangan pariwisata Labuan Bajo harus berjalan seiring dengan upaya menjaga jati diri masyarakat sebagai tuan rumah. Menurutnya, Festival Golo Koe menjadi ruang yang mempertemukan iman, tradisi, budaya, dan kehidupan masyarakat Manggarai.

“Ini telah menjadi salah satu wajah pariwisata Indonesia di mata dunia. Keindahan alamnya membawa wisatawan dari berbagai penjuru dunia untuk datang dan mengenal Flores. Namun, kemajuan pariwisata harus berjalan seiring dengan jati diri masyarakat yang menjadi tuan rumahnya,” ujar Widiyanti dalam sambutannya, Senin 10 Agustus 2026.

Dirinya menyebut Festival Golo Koe telah menjadi bagian dari KEN selama tiga tahun berturut-turut sejak 2024 dan kembali terpilih dalam Top 10 KEN 2026. Pada 2025, festival tersebut menarik lebih dari 45 ribu wisatawan, melibatkan 173 UMKM, 883 pekerja seni, serta 1.473 tenaga kerja, dengan perputaran ekonomi sekitar Rp2,82 miliar.

Sementara itu, Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus mengatakan Festival Golo Koe merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang tidak hanya menjadi ruang perayaan keagamaan, tetapi juga promosi pariwisata sekaligus penguatan nilai keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat lokal.

“Golo Koe dalam bahasa Indonesia berarti bukit kecil. Namun, bukit kecil itu tentu akan berdampak besar. Mulai lima tahun lalu, dan pada tahun ini, kemudian pada tahun-tahun yang akan datang,” kata Maksimus.

Di kesempatan yang sama, Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng mengatakan penyelenggaraan Festival Golo Koe terlaksana melalui kolaborasi antara Keuskupan, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan di daerah. Menurutnya, rangkaian festival mencakup kegiatan keagamaan, ekologis, pendidikan, karitatif, hingga budaya.

“Festival tahun ini adalah Festival Golo Koe yang kelima dan hadir berkat kolaborasi yang demikian apik antara Keuskupan dan Pemerintah, serta seluruh stakeholder yang ada di Manggarai Barat,” ujar Yulianus.

Festival Golo Koe 2026 mengusung tema “Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan”. Tema tersebut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, gereja, masyarakat, pelaku usaha, komunitas, dan wisatawan dalam menjaga budaya serta lingkungan sekaligus mendorong manfaat pariwisata bagi masyarakat lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....