BPOLBF dan BMKG Perkuat Pariwisata Aman Labuan Bajo

  • 29 Jan 2026 08:41 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) melakukan audiensi ke Kantor BMKG tepatnya di Stasiun Meteorologi Komodo, Labuan Bajo, Rabu 28 Januari 2026, guna memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung keselamatan, kenyamanan, dan keberlanjutan pariwisata di Labuan Bajo dan Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy M.T. Marpaung, menyampaikan apresiasi atas peran strategis BMKG dalam menyediakan informasi cuaca dan iklim. Menurut Andhy, prakiraan cuaca menjadi dasar bagi pengelola destinasi wisata dan otoritas terkait dalam menetapkan kebijakan aktivitas wisata serta perjalanan.

“Prakiraan tersebut menjadi dasar bagi pengelola destinasi wisata dan otoritas terkait dalam menetapkan kebijakan aktivitas wisata serta perjalanan, baik penerbangan, pelayaran, maupun darat, demi menjamin keselamatan wisatawan dan pelaku pariwisata,” kata Andhy, dalam keterangannya, Kamis 29 Januari 2026.

Ia juga menambahkan, BPOLBF telah berdiskusi dengan asosiasi pariwisata terkait dampak pembatalan perjalanan akibat cuaca buruk. Diskusi itu mendorong pengembangan alternatif destinasi wisata yang sesuai dikunjungi saat musim hujan atau low season.

Selain itu, BPOLBF juga meminta dukungan BMKG dalam penyediaan informasi cuaca untuk mendukung agenda pariwisata, termasuk penyelenggaraan event Weekend At Parapuar (WAP).

Di kesempatan yang sama, Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Patricia Christin Seran, menyampaikan, sebagai Stasiun Meteorologi Kelas IV Komodo, BMKG tidak hanya memberikan prakiraan untuk operasional bandara dan pelayaran, tetapi juga bagi destinasi wisata di Manggarai Barat.

“Saat ini kami sedang dalam proses diskusi untuk peningkatan kelas stasiun. Jika peningkatan kelas tersebut terwujud, akan ada peluang peningkatan fasilitas peralatan penunjang, termasuk radar cuaca dengan jangkauan hingga 250 kilometer, yang memungkinkan prakiraan hujan hingga tiga jam sebelumnya,” ujar Maria.

Lebih lanjut Maria juga menyampaikan, informasi cuaca BMKG juga bermanfaat bagi nelayan dan masyarakat umum. Pihaknya sedang mempertimbangkan penambahan sensor cuaca di wilayah selatan Labuan Bajo, karena sebagian besar alat pemantauan masih terkonsentrasi di utara Kabupaten Manggarai Barat.

“Walaupun BMKG menyediakan informasi prakiraan cuaca, keputusan terkait penyelenggaraan maupun penutupan aktivitas tetap berada pada kewenangan otoritas dan pemangku kepentingan di masing-masing wilayah atau destinasi,” ujarnya.

Audiensi ini menegaskan komitmen BPOLBF untuk terus memperkuat sinergi dengan BMKG dan pemangku kepentingan, guna mewujudkan pengelolaan pariwisata Labuan Bajo yang aman, adaptif terhadap risiko cuaca, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....