Wisatawan Asia dan Eropa Dominasi Perlintasan Bandara Komodo
- 12 Jun 2026 18:06 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat lonjakan signifikan arus perlintasan penumpang internasional yang didominasi oleh pergerakan wisatawan asal kawasan Asia dan Eropa sepanjang kuartal kedua tahun 2026.
Adapun dari data perlintasan keimigrasian mencatat volume penumpang mencapai 5.874 orang pada April, meningkat menjadi 5.922 orang pada Mei, dan terus bergerak dinamis hingga menyentuh angka 1.885 orang per paruh awal Juni 2026.
Pasar Asia Tenggara dan Asia Timur masih menjadi kontributor utama kunjungan mancanegara, di mana Warga Negara Malaysia mendominasi perlintasan dengan rincian 2.460 orang pada April dan 2.416 orang pada Mei. Tren pertumbuhan ini diperkuat oleh kontribusi signifikan dari pergerakan wisatawan asal China dan Singapura yang masing-masing menyumbang 775 orang dan 745 orang pada periode Mei, menegaskan posisi strategis Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas global.
"Kenaikan drastis ini dipengaruhi oleh mulainya periode high season, di mana integrasi data perlintasan udara dan pengawasan wilayah via Aplikasi Pelaporan Orang Asing atau APOA mencatat total ada 23.977 pelaporan aktivitas ekspatriat di Manggarai Barat," ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, Charles Christian, Jumat 12 Juni 2026.
Menurutnya, pemetaan data digital ini menjadi instrumen krusial bagi instansi dalam menjaga iklim pariwisata yang aman sekaligus memastikan penegakan hukum keimigrasian yang humanis di tengah lonjakan kunjungan.
Di sisi lain, pergerakan turis asal benua Eropa menunjukkan performa kompetitif dengan menyumbang pangsa pasar sekitar 18,42 persen pada April dan 17,29 persen pada Mei, yang didominasi oleh pelancong asal Prancis, Inggris, dan Jerman.
Lebih lanjut berdasarkan rekam data APOA, arus kedatangan mandiri warga Eropa bahkan meroket tajam hingga mencapai 4.457 pelaporan pada Mei, atau naik sebesar 26 persen dibandingkan bulan April sebagai penanda kuat peralihan musim kunjungan.
Akselerasi arus masuk wisman pada awal Juni yang berhasil merekam kedatangan 1.307 turis Eropa hanya dalam waktu sembilan hari pertama menuntut kesiapan infrastruktur pengawasan yang lebih adaptif.
Transformasi pengawasan berbasis data riil ini memegang peranan vital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif daerah tanpa mengabaikan aspek kedaulatan negara di gerbang internasional Flores.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....