The Golo Mori 2026, Merajut Pariwisata Berkelanjutan Indonesia Timur

  • 31 Des 2025 22:59 WIB
  •  Ende

KBRN,Manggarai Barat: Di ujung barat Flores, sebuah kawasan perlahan dipersiapkan bukan hanya sebagai destinasi, tetapi sebagai simbol arah baru pariwisata Indonesia. The Golo Mori, kawasan pengembangan di Labuan Bajo, menatap 2026 dengan satu visi besar: pariwisata yang tumbuh tanpa meninggalkan manusia, budaya, dan alamnya.

Hal itu mengemuka dalam talk show RRI Labuan Bajo bertajuk “The Golo Mori 2026: Menata Masa Depan Pariwisata Berkelanjutan”, yang menghadirkan Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Warokka, dalam talkshow Labuan Bajo Siang Ini bersama presenter Desy Natalia, Kamis (31/12).

Menurut Troy, pengembangan The Golo Mori sejak awal dirancang berbasis ecotourism, bukan semata mengejar angka kunjungan. Prinsip keberlanjutan diterjemahkan secara konkret, mulai dari perencanaan kawasan, pengelolaan lingkungan, hingga dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.

“Sekitar 80 sampai 90 persen tenaga kerja di Golo Mori adalah warga lokal. Ini bukan angka, tetapi komitmen,” ujar Troy.

Kehadiran The Golo Mori diharapkan memberi nilai tambah nyata bagi masyarakat sekitar, termasuk melalui pemberdayaan UMKM lokal yang dilibatkan dalam rantai ekonomi kawasan. Di sisi fasilitas, kawasan ini telah memiliki Golo Mori Convention Center (GMCC), Nuka Beach Club, serta heliport untuk meningkatkan aksesibilitas. Ke depan, pembangunan akomodasi hotel juga masuk dalam rencana pengembangan bertahap.

Tak hanya infrastruktur, event menjadi ruh kawasan. Kesuksesan Golo Mori Jazz dan Sunset Run pada 2025 dipastikan berlanjut pada 2026, dengan kurasi yang lebih matang dan perhitungan cuaca yang lebih cermat. ITDC juga membuka peluang pengembangan sport tourism, termasuk aktivitas udara seperti paralayang, memanfaatkan kontur alam Golo Mori yang unik.

Dalam siaran yang berlangsung di penghujung tahun, Troy Reza Warokka juga menyampaikan refleksi akhir tahun. Ia mengajak masyarakat menyambut pergantian tahun dengan kesederhanaan dan empati, mengingat masih adanya musibah di sejumlah wilayah Indonesia.

Malam tahun baru di Golo Mori, kata dia, dikemas tanpa hura-hura berlebihan. Konsepnya adalah doa bersama lintas agama dan makan malam kebersamaan, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai kemanusiaan.

Komitmen keberlanjutan juga tampak dari hal-hal simbolik namun bermakna. Rompi yang dikenakan Troy saat siaran, misalnya, merupakan hasil daur ulang seragam lama karyawan ITDC, mencerminkan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam keseharian.

Dalam talk show tersebut, Troy juga berbagi tips berwisata ke Labuan Bajo mulai dari waktu terbaik penerbangan hingga pentingnya kesiapan menghadapi faktor cuaca. Ia menegaskan, kolaborasi dengan media seperti RRI memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan publik dan investor terhadap pengembangan kawasan.

Menuju 2026, The Golo Mori tak sekadar disiapkan sebagai destinasi baru. Kawasan ini dirancang sebagai model pariwisata berkelanjutan dari Indonesia Timur, tempat alam dijaga, budaya dihormati, dan masyarakat lokal menjadi bagian utama dari masa depan pariwisata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....