Masterplan Desa Wisata Tanjung Boleng Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan
- 06 Nov 2025 09:06 WIB
- Ende
KBRN, Manggarai Barat: Upaya pengembangan Desa Wisata Tanjung Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, memasuki tahap penting dengan selesainya penyusunan Dokumen Masterplan Pengembangan Desa Wisata Tanjung Boleng. Dokumen ini merupakan hasil kerja kolaboratif antara Universitas Pelita Harapan (UPH), Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Disusun sejak Maret 2024, dokumen masterplan ini menjadi sumbangan gagasan dari dunia akademik dan mitra pembangunan untuk mendukung arah pengembangan pariwisata berkelanjutan di Tanjung Boleng. Dokumen ini bersifat terbuka dan dapat digunakan maupun dikembangkan oleh pemerintah daerah serta masyarakat sesuai kebutuhan ke depan. Lebih dari sekadar hasil akhir, penyusunan masterplan ini mencerminkan semangat kolaborasi dan proses pembelajaran bersama dalam merancang masa depan desa wisata yang berpijak pada potensi lokal, budaya, dan kelestarian lingkungan.
Gagasan penyusunan masterplan berawal dari diskusi antara BPOLBF, Pemerintah Desa Tanjung Boleng, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rangko, dan Komunitas Green Lovers. Pertemuan tersebut melahirkan kesepahaman tentang pentingnya dokumen perencanaan yang komprehensif sebagai panduan pengembangan destinasi wisata berbasis potensi alam, budaya, dan partisipasi masyarakat.
Dalam penyusunannya, BPOLBF berkolaborasi dengan Universitas Pelita Harapan sebagai mitra akademik. Melalui Fakultas Hospitality dan Pariwisata serta Fakultas Desain UPH, tim penyusun melibatkan berbagai instansi daerah dan komunitas lokal agar rancangan pengembangan yang dihasilkan benar-benar inklusif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Proses penyusunan dilakukan secara bertahap melalui Focus Group Discussion (FGD), visitasi lapangan, serta verifikasi bersama perangkat daerah dan masyarakat. Sejumlah instansi yang terlibat antara lain Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Bappeda, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, serta UPTD KPH Wilayah Manggarai Barat. Selain itu, organisasi profesi seperti ASITA, Gahawisri, HPI, WWF, serta tokoh masyarakat dan keagamaan turut memberikan masukan berharga selama proses berlangsung.
Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Pelita Harapan sekaligus Ketua Tim Penyusun, Prof. Dr. Diena Mutiara Lemy, menjelaskan bahwa penyusunan masterplan ini merupakan perjalanan panjang yang penuh pembelajaran.
“Kami dari Tim UPH berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah Manggarai Barat, Kemenparekraf, dan BPOLBF. Kami berharap hasil ini dapat menjadi percontohan bagi pengembangan desa wisata lainnya. Tanjung Boleng kami pilih karena letaknya strategis, tidak jauh dari Labuan Bajo, serta memiliki potensi wisata darat yang besar,” kata Prof. Diena, dalam keterangannya, Rabu (5/11/2025).
Serah terima dokumen masterplan berlangsung di Kantor Bupati Manggarai Barat pada 24 Oktober 2025. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Hilarius Madin, mewakili Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyampaikan apresiasi terhadap hasil kerja kolaboratif ini.
“Masterplan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan perencanaan di wilayah Desa Tanjung Boleng. Dengan bentang wilayah yang luas, kami berharap ruang-ruang di sana telah dirancang sebaik mungkin sehingga menjadi panduan dalam pembangunan ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan dan Konservasi Kemenparekraf, Frans Teguh, menilai dokumen tersebut sebagai langkah penting dalam memperkuat arah pengembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan Labuan Bajo Flores.
“Visioning yang dilakukan tim menjadi dasar kuat untuk memperluas aktivitas wisata di darat, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Plt. Direktur Utama BPOLBF, Dwi Marhen Yono, menegaskan bahwa kolaborasi lintas pihak menjadi kunci keberhasilan penyusunan dokumen ini.
“Masterplan ini tidak hanya berbicara tentang perencanaan fisik, tetapi juga membangun kesepahaman bahwa pengembangan desa wisata harus berpihak pada masyarakat dan menjaga kelestarian alam,” ungkapnya.
Penyusunan Masterplan Desa Wisata Tanjung Boleng ini, menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dapat melahirkan perencanaan yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan untuk masa depan pariwisata di Labuan Bajo Flores.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....