Desa Wisata Seribu Air Terjun Wae Lolos menuju Panggung Internasional
- 08 Jun 2026 14:13 WIB
- Ende
RRI.CO.ID Manggarai Barat — Tidak ada keberhasilan yang lahir secara instan, termasuk perkembangan Desa Wisata Seribu Air Terjun Wae Lolos yang kini menjadi salah satu destinasi ekowisata unggulan di Flores Barat. Di balik pesona air terjun yang mengalir dari lereng Gunung Mbeliling, tersimpan kisah panjang tentang kerja keras, gotong royong, dan komitmen masyarakat dalam membangun kampung mereka.
Perjalanan tersebut digerakkan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cunca Plias yang resmi berdiri pada Juni 2023. Sejak awal, kelompok ini berperan sebagai pengelola utama potensi wisata desa dengan mengusung konsep ekowisata berbasis komunitas.
Ketua Pokdarwis Cunca Plias, Robert Perkasa, mengatakan bahwa seluruh capaian yang diraih saat ini merupakan hasil kerja kolektif masyarakat. Menurutnya, alam dan budaya merupakan aset utama yang harus dijaga sekaligus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
“Kami percaya bahwa alam dan budaya bukan hanya warisan leluhur yang harus dijaga, tetapi juga kekuatan yang mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Robert. Ia menegaskan bahwa seluruh perkembangan yang terlihat saat ini merupakan hasil dari proses panjang dan komitmen bersama untuk merawat kampung.
Berbagai langkah pembangunan dilakukan melalui forum-forum diskusi yang melibatkan masyarakat dan para pemangku kepentingan. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk membahas tata kelola wisata, aturan adat, promosi digital, hingga penguatan kelembagaan desa.
Kolaborasi dengan berbagai pihak turut mempercepat perkembangan Desa Wae Lolos sebagai destinasi wisata berkelanjutan. Dukungan datang dari Bank Indonesia, Politeknik eLBajo Commodus, pemerintah daerah, insan media, serta komunitas pariwisata di Labuan Bajo.
Robert menyebutkan bahwa kemajuan desa tidak mungkin dicapai tanpa dukungan berbagai mitra strategis. Menurutnya, sinergi dan kemauan untuk terus belajar menjadi kunci utama dalam membangun desa wisata yang kompetitif.
Selain mengembangkan potensi alam, masyarakat Wae Lolos juga menjadikan budaya sebagai bagian penting dari pengalaman wisata. Berbagai tradisi lokal tetap dipertahankan dan diperkenalkan kepada wisatawan sebagai identitas yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.
Salah satu momentum penting terjadi saat kunjungan Tim Bank Indonesia ke Kampung Langgo pada Juni 2024. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat menyambut tamu melalui ritual adat Tiba Meka yang sarat nilai penghormatan dan persaudaraan.
Para tetua adat mengenakan kain tenun Songke khas Manggarai dan memimpin prosesi penyambutan dengan penuh khidmat. Dentingan gong dan tabuhan gendang turut mengiringi jalannya ritual yang diwariskan secara turun-temurun.
Bagi masyarakat Wae Lolos, budaya bukan sekadar pertunjukan untuk wisatawan. Tradisi tetap hidup dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
Seiring berjalannya waktu, keindahan alam Wae Lolos mulai dikenal lebih luas oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Destinasi ini menawarkan pengalaman menjelajahi air terjun bertingkat, trekking di kawasan hutan Mbeliling, hingga menikmati panorama Kolam di Atas Awan.
Wisatawan yang datang disambut melalui gerbang bertuliskan “Mai Ga Ite” yang berarti “Mari Datang dan Melihat”. Keramahan masyarakat lokal menjadi salah satu daya tarik yang meninggalkan kesan mendalam bagi para pengunjung.
Kerja keras masyarakat akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan pada tahun 2025. Desa Wisata Seribu Air Terjun Wae Lolos mendapat kesempatan tampil dalam ajang Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2025 di Nusa Dua, Bali.
Keikutsertaan dalam pameran pariwisata internasional tersebut menjadi tonggak penting bagi perjalanan desa wisata ini. Wae Lolos memperkenalkan potensi alam, budaya, dan model pengelolaan wisata berbasis komunitas kepada pelaku industri pariwisata dari berbagai negara.
Robert mengatakan bahwa kehadiran Wae Lolos di BBTF merupakan kebanggaan seluruh masyarakat desa. Menurutnya, momentum tersebut menjadi bukti bahwa desa kecil di kaki Gunung Mbeliling mampu tampil sejajar dengan berbagai destinasi wisata dunia.
Memasuki tahun 2026, pengelolaan Desa Wisata Wae Lolos terus menunjukkan perkembangan yang positif. Tata kelola destinasi semakin profesional, sementara fasilitas dan kapasitas masyarakat terus ditingkatkan.
Berbagai kemitraan strategis juga terus diperluas untuk memperkuat keberlanjutan sektor pariwisata desa. Meski demikian, masyarakat tetap berkomitmen menjaga nilai-nilai lokal sebagai fondasi utama pembangunan.
Bagi anggota Pokdarwis Cunca Plias, keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan yang datang berkunjung. Kepuasan pengunjung dan manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat menjadi indikator utama keberhasilan pengembangan desa wisata.
Perjalanan yang telah ditempuh sejak 2023 menyimpan banyak cerita tentang dedikasi dan pengorbanan. Mulai dari rapat malam, pembukaan jalur wisata, hingga berbagai upaya konservasi dilakukan secara sukarela demi masa depan kampung.
Kini, Desa Wisata Seribu Air Terjun Wae Lolos tidak lagi sekadar menjadi titik kecil di peta Flores Barat. Desa ini telah tumbuh menjadi simbol keberhasilan pembangunan pariwisata yang berjalan seiring dengan pelestarian alam dan budaya.
Kisah Pokdarwis Cunca Plias menunjukkan bahwa kemajuan dapat dicapai tanpa harus meninggalkan identitas lokal. Melalui semangat gotong royong, masyarakat Wae Lolos membuktikan bahwa mimpi besar dapat diwujudkan dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Jejak perjalanan yang terdokumentasi sejak 2023 hingga 2026 menjadi catatan penting bagi sejarah desa tersebut. Catatan itu merekam bagaimana sebuah komunitas berhasil mengubah potensi lokal menjadi kekuatan yang dikenal hingga tingkat internasional.
Pada akhirnya, keberhasilan Wae Lolos tidak hanya tercermin dari keindahan air terjun yang dimilikinya. Lebih dari itu, keberhasilan tersebut terlihat dari semangat masyarakat yang terus mengalir menjaga alam, budaya, dan harapan bagi generasi yang akan datang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....