Komodo Waterfront Festival 2025 Angkat Warisan Budaya Flores
- 23 Okt 2025 17:13 WIB
- Ende
KBRN, Manggarai Barat: Labuan Bajo kembali bersiap menjadi pusat perayaan budaya, pariwisata, dan kreativitas lokal melalui perhelatan akbar tahunan Komodo Waterfront Festival 2025, yang akan berlangsung pada 15 hingga 22 November 2025, berpusat di Hotel Meruorah Komodo Labuan Bajo serta area promenade di Taman Plaza Marina, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Memasuki tahun keempat penyelenggaraan, festival ini hadir dengan skala yang lebih besar dan semangat yang lebih mendalam, dengan mengusung tema “Warisan Bajo: Benang, Rasa & Ritme”, festival ini tidak sekadar ajang wisata, tetapi juga bentuk nyata dalam merayakan kekayaan budaya Labuan Bajo dan Flores secara menyeluruh.
“Tema ini menggambarkan bagaimana kita menjaga tradisi sekaligus menghidupkannya melalui kolaborasi lintas seni, kuliner, dan musik,” kata Ketua Komodo Waterfront Festival 2025, Evan dalam keterangan, Kamis (24/10/2025).
Secara simbolik, Benang merepresentasikan tradisi tekstil dan tenun khas Flores yang sarat makna. Rasa menghadirkan keragaman kuliner khas yang kaya cita rasa warisan leluhur, sementara Ritme menampilkan musik dan tari tradisional yang memancarkan semangat hidup masyarakat Bajo.
Kegiatan akan dimulai Sabtu, 15 November 2025 dengan Karnaval Kebudayaan, Bentang Kain Songke, dan Komodo Idol 3 Semi Final, disusul Pameran Seni di lobby Hotel Meruorah.
Hari kedua, 16 November 2025, menampilkan Gastronomi Manggarai bersama chef tamu Christian, yang mengangkat kuliner lokal seperti mie moringa dan makanan khas daerah.
Pada 17 hingga 18 November, pengunjung akan disuguhkan Pameran Seni & Toto Kopi, serta Mixology Workshop dan Audisi yang menghadirkan World Champion Bartender Mr. Eka Jegger dan Doctor Bar Mr. Ngurah Ngudayana. Puncak kegiatan akan berlangsung Sabtu, 22 November 2025, dengan Grand Final Komodo Idol 3, Broadway Show Legenda Putri Komodo, dan Fashion Show Warisan Bajo.
Komodo Waterfront Festival 2025 juga membawa misi besar untuk memperkuat persatuan bangsa dan mendorong ekonomi lokal. Melalui Bazaar UMKM, ratusan pelaku usaha kecil menengah akan mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produk kuliner, kerajinan tenun, dan hasil kreatif lainnya.
Selain itu, festival ini juga menjadi ajang pencarian bakat Komodo Idol, yang dirancang untuk memupuk kreativitas anak dan remaja lokal, khususnya dalam bidang seni suara.
“Ini bukan sekadar ajang hiburan, tapi wadah menumbuhkan rasa percaya diri dan kebanggaan generasi muda Flores terhadap budayanya,” ungkapnya.
Festival ini terbuka untuk masyarakat umum, wisatawan domestik maupun mancanegara. Target audiensnya meliputi komunitas lokal, wisatawan yang mencari pengalaman autentik, serta penggemar ekonomi kreatif yang tertarik pada kerajinan, kuliner, dan seni pertunjukan khas NTT.
Melalui festival ini, Labuan Bajo kembali meneguhkan dirinya bukan hanya sebagai destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan budaya yang hidup dan dinamis. Dari panggung, kain, rasa, hingga ritme, seluruh elemen festival ini menjadi bukti nyata semangat masyarakat Flores dalam merawat warisan leluhur sekaligus menyambut masa depan pariwisata yang berkelanjutan.
BACA JUGA: Promosi Pariwisata Melalui Labuan Bajo Waterfront Festival 2024
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....