Festival Golo Koe 2025 Dibuka, Usung Semangat Persatuan Berkelanjutan

  • 10 Agt 2025 21:39 WIB
  •  Ende

KBRN, Manggarai Barat: Festival Golo Koe 2025 resmi berlangsung 10-15 Agustus di Waterfront Maria Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.

Ajang ini menggabungkan budaya, religiusitas, dan pariwisata berbasis nilai lokal dalam semangat persatuan dan keberlanjutan.

Perhelatan tahun ini mengangkat tema “Merajut Kebangsaan melalui Pariwisata Berkelanjutan yang Sinodal dan Inklusif”.

Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, menegaskan festival ini bukan hanya agenda budaya, tetapi juga ruang perjumpaan sosial, ekonomi, dan spiritual.

“Tiga pilar pembangunan kita adalah pembinaan kehidupan maritim, penguatan iman dan budaya lokal, serta pengembangan toleransi dan kerukunan,” kata Yulianus.

Ia menyebut Festival Golo Koe menjadi milik seluruh masyarakat Manggarai Barat.

Yulianus menambahkan, festival ini merupakan strategi pengembangan pariwisata berbasis budaya lokal.

Wisatawan diajak merasakan langsung kehidupan masyarakat melalui seni, kuliner, dan ritual tradisional.

“Festival ini memberi manfaat langsung bagi pelaku usaha, pengrajin, petani, nelayan, dan seniman lokal,” ucapnya.

Ia mengajak masyarakat memanfaatkan momentum ini secara kreatif sambil menjaga keramahan khas Manggarai Barat.

Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan pariwisata dan kelestarian lingkungan.

Menurutnya, prinsip keberlanjutan harus menjadi landasan pengelolaan destinasi wisata super prioritas seperti Labuan Bajo.

“Keindahan Labuan Bajo adalah anugerah Tuhan yang harus dikelola bijak, bukan sekadar mengejar keuntungan,” ujar Mgr. Maksimus.

Ia menyebut Festival Golo Koe sebagai narasi tandingan terhadap bahaya eksploitasi berlebihan.

Sejak penyelenggaraan perdana empat tahun lalu, Festival Golo Koe mengusung pendekatan multi-perspektif.

Rangkaian kegiatannya mencakup religiusitas, budaya, ekonomi, dan persaudaraan lintas komunitas.

Tahun ini, festival menampilkan atraksi seni, pameran budaya, dan kegiatan interaktif bagi pengunjung.

Kegiatan ini juga menjadi ajang kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan pelaku pariwisata menjaga harmoni manusia, alam, dan warisan budaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....