Dapur Timur Angkat Kuliner NTT di Jakarta
- 10 Jul 2026 15:53 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Kuliner khas Indonesia Timur semakin mendapat tempat di Jakarta melalui Dapur Timur, usaha milik perantau asal Lembata, Damson Koban. Berbekal identitas daerah dan inovasi cita rasa, usaha tersebut tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga memperkenalkan kekayaan kuliner Nusa Tenggara Timur kepada masyarakat yang lebih luas.
Hal itu disampaikan Damson saat menjadi narasumber program Muda Kreatif Pro 2 RRI Ende, Minggu, 5 Juli 2026. Ia mengatakan Dapur Timur lahir setelah melewati beberapa kali percobaan usaha hingga akhirnya menemukan konsep yang mengangkat makanan khas Timur sebagai identitas utama.
Menurut Damson, memilih kawasan Kemang, Jakarta Selatan, menjadi strategi untuk menjangkau pasar yang lebih luas karena kawasan tersebut dikenal sebagai pusat aktivitas dan kuliner. Menu yang ditawarkan, seperti ikan bakar, kuah kuning, dan sayur rumpu rampe, diolah dengan bumbu khas Timur sehingga mampu menarik pelanggan dari berbagai daerah, termasuk mereka yang sebelumnya tidak menyukai hidangan berbahan dasar ikan.
Keberhasilan Dapur Timur juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja. Saat ini usaha tersebut mempekerjakan lima karyawan dengan pembagian tugas yang jelas, mulai dari proses produksi hingga pelayanan pelanggan. Damson menilai usaha kuliner dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk membangun kemandirian ekonomi sekaligus memperkenalkan budaya daerah melalui makanan.
Ia mengakui membangun usaha di ibu kota tidak lepas dari tantangan, termasuk stigma terhadap perantau asal Indonesia Timur. Namun, menurutnya, kualitas produk dan pelayanan mampu membangun kepercayaan pelanggan. Bahkan, mayoritas konsumennya berasal dari luar NTT, menunjukkan bahwa kuliner Timur dapat diterima oleh pasar nasional apabila dikemas secara profesional.
Melihat respons positif masyarakat, Damson berencana membuka cabang baru di Jakarta Pusat dengan menghadirkan menu khas lain seperti papeda, sambal belawar, hingga jagung titi sebagai oleh-oleh. Ia berharap semakin banyak anak muda NTT berani memulai usaha tanpa terhalang rasa gengsi. "Kalau kita tidak pernah mencoba, kita tidak akan pernah tahu peluang yang ada," ujarnya, seraya menegaskan bahwa keberanian memulai menjadi modal utama untuk bersaing di dunia usaha.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....