Prosesi Laut dan Darat dalam Festival Golo Koe Jadi Sorotan

  • 16 Agt 2024 16:18 WIB
  •  Ende

KBRN,Manggarai Barat: Salah satu agenda utama yang menjadi sorotan dalam festival Golo Koe Labuan Bajo adalah Prosesi Laut dan Darat Bunda Maria Assumpta Nusantara yang berlangsung pada Rabu (14/8/2024). Prosesi ini dipimpin langsung oleh Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, dan Uskup Terpilih Keuskupan Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, serta diikuti oleh ribuan umat Keuskupan Ruteng dan wisatawan.

Prosesi dimulai dari Gereja Stela Maris Labuan Bajo menuju Dermaga Kampung Ujung, di mana patung Bunda Maria kemudian diarak melalui Prosesi Laut menggunakan Kapal Phinisi. Rombongan prosesi ini juga didampingi oleh kapal-kapal lain, termasuk 4 Kapal Open Deck dan puluhan Ketinting, dengan rute yang melintasi perairan Pulau Monyet menuju Perairan Pantai Pede dan kembali ke Waterfront.

Setibanya di Dermaga Waterfront, patung Bunda Maria disambut dengan tari-tarian dari Paguyuban Ngada dan Bajawa, kemudian diterima secara adat Manggarai oleh para tetua adat di depan tribun Waterfront. Prosesi ini dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju Gua Maria Golo Koe di Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo. Prosesi Laut dan Darat ini juga didukung oleh Polairud Labuan Bajo, KSOP, Polres Manggarai Barat, Dinas Perhubungan, Komunitas THS THM, dan perwakilan pelajar di Labuan Bajo.

Theodora, salah seorang umat yang mengikuti prosesi ini, mengungkapkan pengalamannya yang luar biasa. Ia merasa terharu dan bahagia karena dapat mengikuti prosesi dari Gereja Stela Maris hingga ke Gua Maria Golo Koe bersama ribuan umat lainnya.

“Saya pribadi baru pertama kali mengikuti prosesi ini. Ada perasaan haru bercampur bahagia karena bisa mengikuti prosesi ini dengan lengkap dari Gereja Stela Maris hingga ke Golo Koe. Terutama jika selama ini biasanya berdoa bersama keluarga di rumah dan bersama umat lainnya di Gereja dan KBG (Komunitas Basis Gerejawi), kali ini bersama ribuan umat lainnya mendaraskan doa yang sama sepanjang perjalanan," ungkap Theodora dengan haru.

Festival Golo Koe diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam mendorong pengembangan wisata religi dan budaya di Labuan Bajo serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....