PTTEP Indonesia Dukung Festival Golo Koe, Lebih dari 1 Ton Sampah Dikelola
- 17 Agt 2026 08:38 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – PTTEP Indonesia bersama Program Positif Bajo mendukung penyelenggaraan Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 sebagai green event melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Festival yang berlangsung pada 10 hingga 15 Agustus 2026 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), tersebut merupakan salah satu Top 10 Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026. Selama pelaksanaannya, festival dihadiri lebih dari 45 ribu pengunjung dan wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.
Di tengah tingginya jumlah pengunjung, Program Positif Bajo yang mendapat dukungan PTTEP Indonesia berhasil mengumpulkan lebih dari satu ton sampah yang terdiri atas sampah organik, anorganik, dan residu.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Barat, Vinsen Gande, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam pengelolaan sampah selama festival, termasuk kerja sama Positif Bajo dengan DLH Manggarai Barat.
Menurutnya, pengelolaan sampah tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.
“Saya merasa bangga dan berterima kasih kepada pengelola yang telah mengambil bagian secara penuh dalam pengelolaan sampah. Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat melihat bahwa sampah memiliki nilai dan dapat dimanfaatkan, bahkan menghasilkan pendapatan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Minggu 16 Agustus 2026.
Antusiasme masyarakat, khususnya anak-anak, terlihat dalam kegiatan di Booth Edukasi. Pengunjung diajak memilah sampah dan menukarkan botol plastik dengan sejumlah hadiah, seperti tas, pakaian, minyak goreng, dan susu.

Vinsen menilai pendekatan pengelolaan sampah pada Festival Golo Koe tahun ini merupakan langkah maju karena dilakukan sejak festival berlangsung, bukan hanya setelah kegiatan berakhir. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat berlanjut dan diperluas hingga ke tingkat rumah tangga.
“Anak-anak yang mendapatkan edukasi hari ini diharapkan dapat membawa pengetahuan tersebut pulang dan menularkannya kepada keluarga,” katanya.
Sebagai Waste Management Leader, Positif Bajo mengoordinasikan pengelolaan sampah bersama panitia festival, pemerintah daerah, Keuskupan Labuan Bajo, dan masyarakat. Selain mengumpulkan dan memilah sampah, Positif Bajo juga menghadirkan Booth Edukasi mengenai pemilahan sampah, ekonomi sirkular, serta praktik pengelolaan lingkungan.
Semangat menjaga kebersihan lingkungan juga diperkuat melalui Lomba Kebersihan Lingkungan Golo Koe Eco Action 2026. Matheus Patut, perwakilan Tim Wilayah 5A Paroki Roh Kudus yang meraih juara pertama, mengatakan kompetisi tersebut mendorong kelompoknya untuk semakin aktif mengajak masyarakat menjaga lingkungan.
“Kebersihan merupakan tanggung jawab setiap warga dan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah masing-masing,” ujarnya.
Ia menambahkan, prestasi tersebut menjadi tanggung jawab bagi kelompoknya untuk menjadi pelopor dan penggerak kebersihan di lingkungan sekitar.
Kolaborasi PTTEP Indonesia dan Inovasi Gerakan Masyarakat bersama Panitia Festival Golo Koe, Keuskupan Labuan Bajo, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Dinas Lingkungan Hidup Manggarai Barat, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian dari upaya menjadikan pengelolaan lingkungan sebagai elemen penting dalam penyelenggaraan festival budaya berskala besar.
Pengumpulan lebih dari satu ton sampah selama Festival Golo Koe 2026 diharapkan, menjadi momentum untuk memperluas praktik pengelolaan sampah dari ruang publik hingga tingkat rumah tangga, sekaligus memperkuat komitmen mewujudkan pariwisata Labuan Bajo yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....