Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Manggarai Timur, 17 Warga Tewas dan Masih Dicari

  • 15 Agt 2026 21:41 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Timur - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Sabtu pagi dan menewaskan 17 warga. Guncangan terjadi sekitar pukul 04.58 WITA dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 10–15 kilometer dari pesisir Mbay.

Getaran kuat dirasakan hampir di seluruh wilayah Manggarai Timur, memicu kepanikan warga dan kerusakan pada sejumlah bangunan permukiman. Tak lama setelah gempa, peringatan dini tsunami sempat dikeluarkan sebelum akhirnya dicabut setelah kondisi dinilai kembali aman oleh petugas.

Meski peringatan tsunami berakhir, warga tetap diminta meningkatkan kewaspadaan karena gempa susulan masih mungkin terjadi di wilayah terdampak. Imbauan itu terutama menyasar warga yang tinggal dekat bangunan rusak dan kawasan rawan longsor setelah guncangan kuat terjadi.

Pemutakhiran data Polres Manggarai Timur hingga pukul 13.04 WITA mencatat sementara 17 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut. Korban tersebar pada sejumlah kecamatan, sementara identitas sebagian korban masih menunggu proses pendataan dan verifikasi petugas lapangan setempat terkait.

Di Kecamatan Borong, satu warga bernama Kristus Nono meninggal setelah tertimpa bangunan ketika gempa mengguncang kawasan tersebut pagi. Di Kecamatan Lamba Leda Utara, korban terbanyak sementara ditemukan di Desa Satar Kampas dan Desa Golo Munga tersebut.

Desa Satar Kampas mencatat lima korban, yakni Abdurahman Usman, Erni Murni Latifah, Akbar Maldiyansyah, Rizky Rafaila, serta Umrah. Kelima korban tersebut berasal dari Waso dan Kampung Binaan, dengan rentang usia mulai lima tahun hingga 70 tahun.

Sementara di Desa Golo Munga, dua korban meninggal dunia teridentifikasi sebagai Kornelia Renil dan Yuliana Serima pascagempa tersebut. Kornelia merupakan warga Desa Golo Munga, sedangkan Yuliana tercatat sebagai warga Wae Waru, Desa Golo Munga setempat tersebut.

Di Kecamatan Lamba Leda, satu korban meninggal dunia dilaporkan dari Desa Gorong Meni atas nama Kon, menurut pendataan sementara. Tiga korban lainnya di Desa Liang Deruk masih dalam proses pendataan dan identifikasi oleh petugas bersama pemerintah setempat.

Sementara itu, Kecamatan Lamba Leda Selatan mencatat dua korban meninggal dunia yang identitasnya masih belum diketahui secara resmi. Di Kecamatan Sambi Rampas, tiga korban meninggal dunia juga masih menunggu pendataan serta verifikasi identitas oleh petugas setempat.

Kapolres Manggarai Timur, AKBP Haryanto menegaskan angka korban tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti verifikasi. Polisi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait terus mencocokkan laporan lapangan untuk memastikan setiap korban terdata secara akurat.

Selain korban meninggal, pendataan korban luka masih berlangsung karena petugas terus menerima laporan dari berbagai lokasi terdampak gempa. Tim gabungan juga memeriksa bangunan yang rusak untuk mencegah warga masuk ke lokasi yang berisiko runtuh secara tiba-tiba.

Polres Manggarai Timur mengerahkan personel untuk memantau situasi, mengamankan lokasi, serta membantu proses pendataan korban terdampak di lapangan.

Koordinasi dilakukan bersama BPBD, TNI, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan dan desa, serta unsur terkait lainnya di wilayah setempat.

Kapolres AKBP Haryanto meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik menghadapi kondisi pascagempa yang masih berkembang di lapangan. Menurutnya, kewaspadaan penting dilakukan karena gempa susulan dapat kembali mengguncang wilayah terdampak dalam waktu yang belum dapat dipastikan.

Warga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan karena struktur yang melemah dapat runtuh sewaktu-waktu tanpa peringatan sebelumnya datang. Masyarakat di wilayah rawan longsor juga diminta menjauh dari lereng, tebing, serta lokasi yang berpotensi mengalami pergerakan tanah.

Pemantauan dilakukan secara berlapis untuk memastikan laporan korban, kondisi bangunan, dan kebutuhan warga dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas. Personel kepolisian juga membantu pengamanan di lokasi terdampak agar proses evakuasi, pendataan, dan penanganan berlangsung tertib serta aman.

"Jajaran Polres Manggarai Timur akan terus berada di lapangan selama proses penanganan bencana berlangsung secara bertahap. Petugas akan memperbarui data berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, termasuk kondisi korban, kerusakan bangunan, dan kebutuhan mendesak warga terdampak." ungkap Kapolres AKBP Haryanto.

Ia menegaskan kehadiran polisi diarahkan untuk membantu masyarakat, menjaga keamanan, dan memastikan proses penanganan berjalan terkoordinasi dengan baik. Masyarakat juga diminta mengikuti arahan petugas dan informasi resmi agar tidak mengambil tindakan berisiko selama situasi darurat berlangsung.

Polres Manggarai Timur memastikan perkembangan situasi akan terus dipantau dan disampaikan setelah data diverifikasi di lapangan secara menyeluruh. Hingga pembaruan berikutnya, masyarakat diminta memprioritaskan keselamatan, menjauhi bangunan rusak, dan tetap waspada terhadap gempa susulan yang mungkin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....