Pemkab Sikka Gandeng BUMN Tata Wajah Kota Maumere
- 07 Okt 2026 09:04 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Pemerintah Kabupaten Sikka menggandeng perbankan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lembaga keuangan, dan pihak swasta untuk menata sejumlah fasilitas publik di Kota Maumere. Kolaborasi ini ditempuh karena keterbatasan anggaran daerah sekaligus untuk memperkuat daya tarik kota sebagai kota jasa dan budaya.
Langkah awal ditandai dengan Coffee Morning bersama Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (FTJSL) Kabupaten Sikka di Warung 69, Jalan Gajah Mada, Kelurahan Madawat, Selasa 6 Oktobe 2026. Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan BNI Cabang Maumere, Bank NTT, PLN UPK Flores, PLTMG Maumere, PT Pertamina Maumere, dan PT Nindya Karya.
Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka sekaligus Ketua Panitia, Femy Bapa, mengatakan forum tersebut menjadi ruang untuk membangun sinergi pemerintah dengan dunia usaha dalam penataan wajah Kota Maumere. Fokus kolaborasi diarahkan pada pembenahan estetika, keindahan, serta fasilitas publik agar kota memiliki tampilan yang lebih menarik.
Menurut Femy, Maumere pernah dikenal sebagai salah satu kota besar di Nusa Tenggara Timur setelah Kota Kupang, namun perkembangan pariwisata daerah turut berubah setelah Labuan Bajo ditetapkan sebagai destinasi super prioritas. Kondisi itu tidak menyurutkan komitmen Pemkab Sikka untuk terus membangun Maumere sesuai visi sebagai kota jasa dan kota budaya.
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengatakan penataan kembali Kota Maumere diperlukan karena sejumlah fasilitas publik masih membutuhkan pembenahan dari sisi estetika, penampilan, dan suasana kota, baik pada siang maupun malam hari. Pemerintah melalui organisasi perangkat daerah terkait akan merancang kembali sejumlah ruang publik agar memiliki daya tarik lebih kuat bagi masyarakat dan pengunjung.
Penataan kota tersebut diharapkan mampu menarik masyarakat, pendatang, wisatawan, hingga investor untuk datang dan menghabiskan waktu lebih lama di Maumere. Dampaknya diharapkan ikut menggerakkan perekonomian daerah dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sejumlah fasilitas yang masuk rencana penataan antara lain Tugu Mof di perempatan Jalan El Tari yang akan dilengkapi taman dan ruang santai, serta Tugu Gong bersama Taman Pahlawan Daerah Teka Iku dan taman di pojok SCC. Patung Selamat Datang juga direncanakan ditata dengan area santai dan fasilitas aktivitas joging.
Penataan berikutnya menyasar kawasan Jalan Adisucipto, khususnya sekitar Bandara Frans Seda, dengan rencana pembangunan taman, arena joging, lampu hias, dan penerangan jalan. Tugu Ika Tuna juga direncanakan diganti dengan tugu bertema Tarian Tua Reta Lou, sedangkan tugu rupiah di samping Kantor BRI Cabang Maumere akan diarahkan menampilkan motif sarung tradisional Sikka.
Bupati mengatakan pembiayaan penataan akan didorong melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dengan mekanisme kerja sama yang jelas. Pemkab Sikka akan menyiapkan proposal serta membuka kemungkinan kerja sama melalui nota kesepahaman maupun perjanjian kerja sama dengan pihak yang bersedia berkontribusi.
Penggunaan motif sarung tradisional dalam sejumlah fasilitas publik diharapkan memperkuat identitas budaya Maumere sekaligus menjadi bagian dari daya tarik pariwisata Sikka. Bupati Juventus Prima Yoris Kago mengapresiasi perbankan dan BUMN yang hadir dalam Coffee Morning serta menyatakan kesediaan untuk mendukung rencana penataan fasilitas publik di Kota Maumere.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....