Saat Pikiran Tak Pernah Diam, Kesadaran Jadi Kunci Mengendalikan Diri

  • 05 Okt 2026 08:32 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende- Berbicara dengan diri sendiri melalui pikiran dapat menjadi bagian dari komunikasi interpersonal yang membantu seseorang mengarahkan pikiran dan tindakannya. Dialog dalam pikiran juga dapat membantu seseorang tetap fokus pada tujuan ketika menghadapi banyak tugas dan persoalan.

Patrisia Fitriani Rambu Ina Capa, mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Ende, menyampaikan pertanyaan mengenai komunikasi interpersonal dalam kegiatan Pengembangan Kemampuan Komunikasi dan Public Speaking, Jumat, 2 Oktober 2026, di Aula Prodi D-III Keperawatan Ende. Ia mempertanyakan apakah berbicara tanpa teman, termasuk berbicara sendiri di dalam pikiran, dapat disebut sebagai komunikasi interpersonal dan apakah kondisi tersebut merupakan hal yang normal.

Dominikus Rangga Hayon, S.Fil., MA.C dari Biara St. Konradus Ende menjelaskan bahwa seseorang dapat mengalami banyak pikiran ketika menghadapi berbagai tuntutan dalam waktu yang bersamaan. Mahasiswa, misalnya, dapat mengikuti dua mata kuliah dalam sehari dengan tugas yang harus dikerjakan sejak pagi hingga malam.

Ia menegaskan, meskipun mahasiswa masih dapat melakukan aktivitas lain di sela-sela perkuliahan, pikiran tentang tugas yang belum selesai tetap dapat muncul. Berbagai persoalan yang terus terpikirkan dapat membuat kepala terasa penuh dan membuat seseorang sulit untuk tenang.

Ia juga menuturkan, kondisi tersebut merupakan reaksi yang wajar ketika seseorang menghadapi banyak tanggung jawab secara bersamaan. Namun, seseorang tetap perlu memiliki kesadaran agar berbagai pikiran yang muncul tidak mengambil alih kendali atas dirinya.

Menurutnya, pentingnya memiliki tujuan yang jelas sebagai arah dalam menghadapi berbagai situasi. Kesadaran terhadap tujuan akan membantu seseorang menentukan hal yang perlu dilakukan tanpa harus mengikuti seluruh persoalan yang muncul dalam pikirannya.

“Bukan pikiran yang menguasai Anda, tetapi Anda yang harus menguasai pikiran." kemampuan mengendalikan pikiran diperlukan agar seseorang tidak mudah terbawa oleh tekanan maupun situasi yang sedang dihadapi, ujarnya.

Ia menambahkan, dialog yang terjadi di dalam pikiran dapat menjadi bagian dari proses seseorang mengarahkan dirinya sendiri. Ketika banyak hal muncul secara bersamaan, seseorang dapat kembali kepada tujuan dan menentukan tindakan yang perlu dilakukan pada saat itu.

Dominikus berharap mahasiswa mampu membangun kesadaran terhadap berbagai pikiran yang muncul tanpa membiarkan pikiran tersebut mengendalikan seluruh tindakan. Dengan tetap berpegang pada tujuan, mahasiswa dapat mengatur langkah dan menghadapi berbagai tuntutan secara lebih terarah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....