Stigma Masih Jadi Hambatan Terbesar Penanganan HIV

  • 24 Jul 2026 15:58 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Stigma terhadap orang dengan HIV masih menjadi salah satu hambatan terbesar dalam upaya pengendalian HIV di Kabupaten Ende. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat enggan menjalani tes HIV sehingga penanganan sering terlambat dilakukan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Ende menilai ketakutan terhadap penilaian negatif dari lingkungan masih memengaruhi rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri. Padahal, deteksi dini menjadi langkah penting agar pengobatan dapat segera dimulai dan risiko penularan dapat ditekan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Fransiska Nusanumba Ero, mengatakan stigma tidak hanya berdampak pada individu yang terinfeksi HIV, tetapi juga menghambat upaya pencegahan di masyarakat. Akibatnya, masih ada orang yang memilih tidak mengetahui status kesehatannya karena takut dikucilkan.

"Ketahuan cepat sama dengan dapat obat cepat. Dengan pengobatan yang teratur, orang dengan HIV bisa hidup sehat dan produktif selama puluhan tahun. Jadi yang harus kita lawan bukan orangnya, tetapi stigmanya," kata Fransiska kepada RRI, Kamis 23 Juli 2026.

Menurutnya, layanan tes HIV di Kabupaten Ende telah tersedia secara gratis, rahasia, dan disertai konseling di fasilitas kesehatan. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak ragu memanfaatkan layanan tersebut apabila memiliki faktor risiko atau ingin mengetahui status kesehatannya.

Selain memperluas layanan pemeriksaan, Dinas Kesehatan terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai HIV dan cara penularannya. Langkah ini dilakukan agar masyarakat memahami bahwa HIV dapat dikendalikan dengan pengobatan dan tidak menjadi alasan untuk mendiskriminasi penyandangnya.

Dinas Kesehatan mengajak seluruh masyarakat membangun lingkungan yang mendukung orang dengan HIV untuk mengakses layanan kesehatan tanpa rasa takut. Penghapusan stigma dinilai menjadi bagian penting dalam menekan penularan HIV di Kabupaten Ende.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....