Petani Ditemukan Meninggal di Bawah Pohon Lontar

  • 01 Okt 2026 13:28 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Seorang petani, Y.N Luren (32), ditemukan meninggal dunia di bawah pohon lontar di Waituri, Dusun Wailamung, Desa Wailamung, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Selasa 29 September 2026 malam. Korban ditemukan sekitar pukul 19.00 WITA setelah keluarga dan sejumlah warga melakukan pencarian selama kurang lebih sehari.

Peristiwa bermula pada Senin 28 September 2026 sekitar pukul 16.00 WITA ketika korban meninggalkan rumah menuju kebun miliknya untuk mengiris tuak. Aktivitas tersebut merupakan pekerjaan yang biasa dilakukan korban untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari

Hingga sekitar pukul 19.00 WITA, korban tidak kunjung pulang sehingga keluarga mulai merasa khawatir. Pencarian kemudian dilakukan di kawasan kebun yang biasa menjadi lokasi korban mengiris tuak, namun Y.N belum ditemukan.

Keluarga sempat menduga korban pergi mengikuti istrinya yang sedang berada di Talibura. Dugaan tersebut gugur setelah sang istri kembali ke rumah pada Selasa sore dan memastikan korban tidak pernah bersamanya ke Talibura.

Pencarian kembali dilanjutkan sekitar pukul 18.30 WITA dengan menyisir kawasan kebun tempat korban sebelumnya pergi bekerja. Sekitar pukul 19.00 WITA, keluarga dan para saksi akhirnya menemukan korban dalam kondisi telah meninggal dunia di bawah pohon lontar.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Kepolisian Subsektor Nebe yang meneruskannya kepada Polsek Waigete untuk penanganan lebih lanjut. Personel kepolisian mendatangi lokasi, mengumpulkan keterangan saksi, berkoordinasi dengan tenaga medis serta menghubungi Tim Identifikasi Polres Sikka.

Olah tempat kejadian perkara dipimpin Baur Identifikasi Polres Sikka AIPDA Kristoforus Suri bersama Kanit Reskrim Polsek Waigete AIPDA Agustinus A. Soa. Pemeriksaan luar jenazah dilakukan dokter Puskesmas Watubaing, dr. Servasius Suwaldus Situ, yang tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Berdasarkan pemeriksaan medis, korban mengalami cedera kepala yang menyebabkan kematian. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah, yang dituangkan dalam surat pernyataan dan ditandatangani adik kandung korban, Donatus Dongi.

Setelah pemeriksaan awal dan olah TKP selesai, jenazah korban dibawa ke rumah duka di RT 004/RW 002 Waituri, Dusun Wailamung, Desa Wailamung, Kecamatan Talibura. Kepolisian selanjutnya tetap mendokumentasikan hasil penanganan, termasuk keterangan saksi dan pemeriksaan di lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut meninggalkan duka bagi keluarga yang sehari sebelumnya masih menunggu korban pulang dari kebun. Aktivitas mengiris tuak yang selama ini menjadi rutinitas untuk mencari nafkah berakhir tragis setelah korban ditemukan tidak bernyawa di bawah pohon lontar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....