APBD Manggarai 2026-2027 Difokuskan pada Pemulihan Pascagempa

  • 30 Sep 2026 12:00 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Pemerintah Kabupaten Manggarai mengarahkan pelaksanaan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 dan APBD Tahun Anggaran 2027 untuk mendukung pemulihan pembangunan pascagempa bumi yang melanda wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026.

Hal ini disampaikan Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit hal itu saat memimpin apel mingguan yang diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), terdiri atas PNS, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan PPPK Paruh Waktu, di Natas Labar Motang Tua, Senin lalu.

Bupati mengatakan, meskipun daerah masih berada dalam situasi pascabencana, siklus penganggaran dan penyelenggaraan pemerintahan harus tetap berjalan.

“Dalam situasi apa pun, siklus penganggaran tetap berjalan. Pemerintahan harus tetap berjalan,” kata Bupati.

Karena itu, ia meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meninjau kembali berbagai perubahan dan pergeseran anggaran agar dapat diakomodasi dalam APBD Perubahan 2026.

Menurutnya, APBD Perubahan 2026 dan APBD 2027 harus ditempatkan dalam tema besar pemulihan pembangunan. Program dan kegiatan pemerintah daerah perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta kondisi fasilitas publik yang terdampak gempa.

“Suka atau tidak suka, kita harus pulih. Dan proses pemulihan masyarakat, proses pemulihan pembangunan itu harus dipimpin oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai,” ujarnya.

Bupati meminta kegiatan yang tidak berkaitan langsung dengan kebutuhan pemulihan untuk ditunda sehingga anggaran dapat difokuskan pada sektor prioritas.

Prioritas tersebut mencakup pemulihan perumahan, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta berbagai layanan dasar masyarakat.

Ia menilai kondisi pascagempa membutuhkan perubahan dalam kebijakan penganggaran daerah. Pemerintah Kabupaten Manggarai tidak dapat menggunakan pola penganggaran yang sama seperti sebelum bencana, ketika masyarakat dan fasilitas publik masih menghadapi dampak kerusakan.

“Kalau masyarakat mau pulih, pemerintah pusat mau pulih, pemerintah provinsi mau pulih, pemerintah kabupaten tidak bisa melakukan penganggaran seperti biasa, seperti tahun-tahun yang lalu,” tegasnya.

Bupati menggambarkan dampak gempa membuat sejumlah sektor pembangunan harus kembali dibangun dari kondisi yang sangat terbatas.

Di sektor pendidikan, kerusakan gedung sekolah menyebabkan kegiatan belajar dan pelayanan pendidikan menghadapi keterbatasan ruang.

“Bedanya, hari ini banyak, tetapi rusak. Jadi pelayanannya tidak cukup kuat,” katanya.

Kondisi serupa terjadi pada sektor kesehatan. Kerusakan sejumlah fasilitas kesehatan membuat pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan di luar gedung maupun menggunakan fasilitas sementara.

“Di sisi pelayanan kesehatan juga sama. Kita kembali ke tahun 80-an, ketika poskesdes belum ada, puskesmas terbatas. Hari ini puskesmas rusak banyak. Pelayanan dilakukan di luar,” ujarnya.

Karena itu, proses pemulihan diarahkan pada pembangunan kembali berbagai fasilitas yang rusak akibat gempa, termasuk puskesmas, sekolah, jalan, rumah masyarakat, hingga rumah aparatur sipil negara.

Dalam apel tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran ASN Pemerintah Kabupaten Manggarai yang tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah situasi pascabencana.

Menurutnya, gempa memberikan tekanan kepada masyarakat dan aparatur pemerintah, termasuk dalam aspek psikologis. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menghentikan pelayanan publik.

“Dalam kondisi apa pun kita tetap siap melayani masyarakat. Dan kita sudah membuktikan hal itu,” katanya.

Bupati kemudian mengajak seluruh peserta apel mendoakan 61 warga yang meninggal dunia akibat gempa bumi. Ia mengatakan, bencana tersebut harus menjadi pembelajaran bagi pemerintah daerah untuk menata kembali sistem pelayanan dan meningkatkan kapasitas dalam menghadapi kondisi kebencanaan.

“Semua menjadi pelajaran bagi kita untuk menata kembali, untuk meningkatkan kembali proses pelayanan kita semua,” ujarnya.

Ia berharap seluruh jajaran pemerintah daerah menjaga komitmen dan memperkuat kerja bersama agar pemulihan masyarakat serta pembangunan Kabupaten Manggarai dapat berjalan secara bertahap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....