Pater Charles Dorong KAE Perkuat Pemulihan Umat Terdampak Gempa Flores
- 21 Sep 2026 08:05 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende- Keuskupan Agung Ende (KAE) menyiapkan Tim Penanggulangan Bencana Gempa Bumi untuk melanjutkan pelayanan setelah masa tanggap darurat gempa Flores berakhir pada 12 September 2026. Tim tersebut akan mendukung pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi bagi umat, paroki, komunitas, serta biara yang terdampak bencana.
Pastor Paroki Yesus Kerahiman Ilahi Aeramo, Pater Charles Lelu Umbu Sogar Ame Talu, OFM, kepada RRI Ende pada Sabtu, 19 September 2026, mengatakan pembentukan tim menjadi bagian dari langkah KAE melanjutkan pelayanan pada fase pemulihan pascagempa. Pembentukan tim tersebut dibahas dalam pertemuan di Pendopo Keuskupan Agung Ende dengan melibatkan para romo, pater, suster, dan kaum awam.
Ia menjelaskan, tim memiliki tugas melakukan penataan dan pemetaan kebutuhan pemulihan pascagempa. Pelayanan pada masa tanggap darurat yang masih dianggap perlu akan diteruskan, disertai koordinasi berbagai bentuk bantuan dan dukungan untuk menjawab kebutuhan di lapangan.
Tim juga akan melaksanakan program pemulihan bagi umat, paroki, komunitas-komunitas, dan biara yang terdampak gempa. Setiap program akan dipantau dan dievaluasi, kemudian hasil pelaksanaan tugas dilaporkan kepada Uskup Agung Ende secara berkala atau sesuai kebutuhan, ujarnya.
Ia mengungkapkan, Dalam struktur organisasi, tim memiliki koordinator umum, perwakilan dari tiga kevikepan, sekretaris, bendahara, serta sejumlah divisi. Bidang yang dibentuk meliputi data dan asesmen, logistik dan distribusi, personal dan trauma healing, kesehatan, media center, pemulihan ekonomi, pembangunan, serta penggalangan dana.
Dalam tim tersebut, ia dipercayakan mengemban tugas di Divisi Logistik dan Distribusi untuk mendukung kelancaran pelayanan pemulihan pascagempa. Pembagian tugas pada setiap divisi diharapkan dapat membuat pelayanan lebih terarah dan mampu menjawab kebutuhan umat di wilayah terdampak, katanya.
Menurutnya, keterlibatan dalam tim tersebut merupakan sebuah perutusan di tengah tugas pelayanan sebagai pastor paroki maupun tanggung jawab lainnya. Menurutnya, keterlibatan Gereja dalam penanggulangan bencana bukan sekadar tugas untuk mewartakan, tetapi menjadi kesaksian bahwa Gereja harus berjalan bersama umat dan tidak tinggal diam ketika umat mengalami penderitaan.
Ia menambahkan, Dalam pelaksanaan tugas, setiap divisi juga diharapkan membangun koordinasi dengan pemerintah dan berbagai pihak terkait. Pater Charles menegaskan bahwa pemerintah tetap memiliki tugas utama dalam penanggulangan bencana, sedangkan Gereja hadir memberikan dukungan sesuai peran dan kemampuan yang dimiliki.
Ia berharap kerja sama antara Gereja, pemerintah, dan berbagai pihak dapat berjalan semakin kuat dalam menghadapi tahap pemulihan pascagempa. dan tim yang telah dibentuk mampu memastikan kebutuhan umat terpetakan dengan baik sehingga proses pemulihan dapat berlangsung secara terarah dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....