Belajar dari Gempa Flores, BMKG Minta Warga Pesisir Evakuasi Mandiri
- 19 Sep 2026 20:40 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – BMKG meminta masyarakat pesisir di Nusa Tenggara Timur mengutamakan evakuasi mandiri saat merasakan gempa kuat atau berlangsung lama. Masyarakat diminta tidak sepenuhnya bergantung pada peringatan resmi sebelum menyelamatkan diri dari potensi tsunami.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Kupang, Arief Tyastama, S.Si., M.Si., Kepada RRI Kamis 17 September 2026 mengatakan guncangan gempa yang kuat atau berlangsung lama di wilayah pantai dapat menjadi peringatan dini alam (natural early warning). Karena itu, masyarakat pesisir perlu segera mengambil tindakan evakuasi menuju lokasi yang lebih tinggi.
"Jika merasakan gempa kuat atau guncangannya lama, jangan tunggu BMKG mengeluarkan rilis atau pemerintah beri perintah evakuasi. Segera lari menjauh dari pantai menuju tempat tinggi," Kata Arief.
Selain guncangan kuat atau berlangsung lama, masyarakat juga diminta mengenali tanda-tanda alam lainnya yang dapat mengindikasikan potensi tsunami. Tanda tersebut antara lain air laut surut secara tidak biasa atau terdengar suara gemuruh dari arah laut.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak kembali ke wilayah pantai setelah gelombang tsunami pertama berlalu. Gelombang berikutnya dapat terjadi dan berpotensi memiliki ukuran lebih besar dibandingkan gelombang sebelumnya.
Pesan evakuasi mandiri tersebut menjadi bagian dari pembelajaran setelah gempa Flores yang berdampak di sejumlah wilayah NTT. Masyarakat pesisir diharapkan memahami bahwa waktu untuk menyelamatkan diri dapat sangat terbatas setelah gempa kuat terjadi.
BMKG juga mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi resmi setelah berada di lokasi aman. Warga sebaiknya menunggu informasi bahwa kondisi telah dinyatakan aman sebelum kembali ke kawasan pesisir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....