Jaga Harmoni Adat, PLN Hadiri Penti Weki Peso Beo di Wewo

  • 18 Sep 2026 09:57 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) hadir dalam Upacara Penti Weki Peso Beo di Gendang Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Kehadiran PLN menjadi bagian dari hubungan kekeluargaan sebagai ase kae dengan masyarakat adat Gendang Wewo, salah satu wilayah Ring 1 pembangunan PLTP Ulumbu Unit 5–6 berkapasitas 2x20 megawatt.

PLN UIP Nusra diwakili Fernando Andreas Hasibuan, Technician Pengendalian Konstruksi UPP Nusra 2. Ia mengikuti rangkaian Penti sejak prosesi adat di rumah gendang hingga misa syukur di Natas Wewo.

Ketua Adat Gendang Wewo, Hendrikus Ampak, mengatakan Penti Weki Peso Beo merupakan tradisi masyarakat untuk bersyukur sekaligus mempererat kebersamaan keluarga dan ase kae.

“Penti ini menjadi saat bagi kami untuk berkumpul dan bersyukur bersama. Semua keluarga dan ase kae mengambil bagian dalam rangkaian adat. PLN juga sudah kami terima sebagai ase kae di Gendang Wewo,” ujar Hendrikus.

Menurut Hendrikus, penerimaan PLN sebagai ase kae memiliki makna kekeluargaan. Hubungan tersebut tercermin melalui keterlibatan PLN dalam sejumlah prosesi adat.

“Kalau sudah menjadi ase kae, berarti sudah menjadi bagian dari keluarga. Harapan kami hubungan yang sudah terjalin baik ini terus dijaga, saling menghargai dan saling mendukung antara masyarakat Gendang Wewo dengan PLN,” tambahnya.

Rangkaian Penti dimulai dari rumah gendang dengan pembagian tugas kepada tiga penga untuk menjalankan ritual barong wae, barong boa, dan barong lingko.

Prosesi dilanjutkan dengan kapu di natas, takung compang, tei loce, serta pande manuk di rumah gendang. PLN sebagai ase kae turut mengikuti prosesi wali urat dia bersama keluarga dan masyarakat adat.

Kebersamaan berlanjut melalui syukuran Penti di rumah masing-masing ase kae dan sanda bersama di rumah gendang hingga menjelang pagi.

Pada pagi hari, prosesi kepok dilaksanakan untuk menyambut anak wina dan ase kae, termasuk perwakilan PLN. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan tudak ela dan wali urat dia sebelum misa syukur di halaman Natas Wewo.

Fernando Andreas Hasibuan menyampaikan terima kasih atas penerimaan masyarakat Gendang Wewo terhadap PLN sebagai bagian dari ase kae.

“Bagi kami, dapat hadir dan mengikuti rangkaian Penti bersama masyarakat Gendang Wewo merupakan sebuah kehormatan. Kami berterima kasih karena PLN diterima sebagai ase kae,” ujar Fernando.

General Manager PLN UIP Nusra, RDW Manurung, mengatakan kehadiran PLN dalam Penti menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan dengan masyarakat sekitar pengembangan PLTP Ulumbu.

“PLN menghormati adat, tradisi, dan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat. Hubungan yang terbangun dengan masyarakat Gendang Wewo sebagai ase kae tentu menjadi amanah bagi kami untuk terus menjaga komunikasi,” ujar RDW.

RDW menambahkan, pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan perlu berjalan beriringan dengan keterlibatan masyarakat dan penghormatan terhadap nilai sosial budaya setempat.

PLTP Ulumbu Unit 5–6 berkapasitas 2x20 MW merupakan bagian dari pengembangan energi panas bumi di Pulau Flores.

Dalam pengembangannya, PLN terus membangun komunikasi dan keterlibatan dengan masyarakat, termasuk masyarakat adat di sekitar wilayah proyek.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....