Reses Tematik Ferdinandus Watu Fokus Benahi Pasar Detusoko

  • 13 Jun 2026 11:33 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Aspirasi masyarakat dan pedagang Pasar Detusoko menjadi perhatian dalam Reses Tematik III Anggota DPRD Kabupaten Ende, Ferdinandus Watu, S.Fil., yang berlangsung di Pasar Detusoko, Sabtu 13 Juni 2026.

Mengusung tema "Suara Rakyat untuk Pasar Detusoko", kegiatan tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari perwakilan pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, Orang Muda Katolik (OMK), hingga para pedagang pasar. Mewakili Camat Detusoko, Kasi Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Detusoko, Kristin Mere, menegaskan sejumlah persoalan mendasar masih perlu mendapat perhatian serius.

Di antaranya pengelolaan sampah, penataan akses keluar masuk pasar, lokasi parkir, pengaturan harga barang, hingga penataan lapak pedagang. "Semua kebutuhan ini penting untuk mendukung kemajuan Pasar Detusoko sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Ende," ujarnya.

Dalam sesi dialog, berbagai aspirasi disampaikan masyarakat. Yovinus Retu dari Desa Detusoko Barat mempertanyakan pemanfaatan hasil pungutan karcis pasar yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Menurutnya, meski jumlah pengunjung pasar terus meningkat, perkembangan fasilitas dan penataan pasar belum menunjukkan perubahan yang signifikan. Sementara itu, Yuliano Eldiano Atawolo, mewakili OMK Paroki Santo Yosef Detusoko, mengusulkan pembangunan fasilitas pengelolaan sampah yang dilengkapi kendaraan pengangkut sampah.

Ia juga menyoroti perbedaan harga barang antara hari pasar Rabu dan Sabtu yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah. Aspirasi lainnya datang dari Margaretha Lepa yang berharap adanya penataan pasar yang lebih baik serta penyediaan penerangan listrik agar aktivitas jual beli berlangsung lebih nyaman.

Dari kalangan pedagang, Aris, pedagang ikan, meminta perbaikan akses jalan menuju pasar serta penyediaan lapak khusus bagi pedagang ikan. Sedangkan Satgas Pasar mengusulkan penataan area parkir dan pemberian identitas resmi bagi petugas pasar.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pasar Disperindag Kabupaten Ende, Sardin Sipa, menjelaskan pungutan karcis pasar dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ia menyebutkan target pendapatan Pasar Detusoko tahun 2026 sebesar Rp59.133.000, dan hingga pertengahan tahun realisasinya telah mencapai lebih dari Rp39 juta.

"Pasar ini milik kita bersama. Karena itu mari kita jaga dan rawat agar semakin berkembang," katanya. Dari sektor perhubungan, Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Ende, Ida Muda Mite, menegaskan pentingnya kolaborasi masyarakat dalam mendukung penataan parkir dan pengaturan lalu lintas di kawasan pasar.

Menurutnya, sektor parkir memiliki potensi yang cukup besar untuk meningkatkan PAD apabila dikelola secara optimal. Pihaknya juga terus berupaya meningkatkan pelayanan, termasuk penyediaan lampu penerangan jalan.

Sementara itu, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ende, Femi Idris, menjelaskan pembangunan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) di tingkat kecamatan memungkinkan dilakukan jika tersedia lahan sekitar 300 meter persegi. "Apabila TPS3R tersedia, kami siap mendukung dengan kendaraan pengangkut sampah menuju TPA Rate," katanya.

Menutup kegiatan, Ferdinandus Watu menegaskan bahwa reses tematik sengaja difokuskan pada persoalan pasar agar solusi yang dihasilkan lebih konkret dan tepat sasaran. "Saya berharap seluruh perangkat daerah terkait dapat menyiapkan langkah teknis yang jelas sehingga menghasilkan output nyata, khususnya terkait lampu jalan, penataan pasar, pengelolaan sampah, dan akses jalan masuk pasar," ujarnya.

Ia memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan program pembangunan daerah ke depan. Melalui reses tematik tersebut, berbagai persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat dan pedagang berhasil dihimpun secara langsung.

Harapannya, Pasar Detusoko dapat berkembang menjadi pasar yang lebih tertata, bersih, nyaman, dan produktif sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Detusoko.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....