Basarnas Resmi Tutup Operasi SAR Gempa Flores 7,7 SR
- 13 Sep 2026 16:19 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka - Basarnas menutup Operasi SAR Gempa Flores 7,7 SR pada Sabtu, 12 September 2026, setelah masa tanggap darurat berakhir. Penutupan berlangsung pukul 18.00 WITA, setelah perpanjangan masa tanggap darurat berlaku hingga tanggal tersebut sesuai keputusan pemerintah daerah.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, menyebut penutupan mempertimbangkan menurunnya aktivitas gempa susulan di sejumlah wilayah terdampak pascagempa.
Perubahan status penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur juga menjadi dasar penghentian operasi pencarian dan pertolongan tersebut secara resmi.
Fathur menyampaikan keputusan itu mewakili Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syafii dalam keterangan di Maumere pada Sabtu sore. Operasi SAR digelar sejak gempa mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 dengan melibatkan berbagai unsur terkait langsung di lapangan.
Tim SAR Gabungan melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, PMI, relawan, dan potensi SAR lainnya dalam pencarian korban terdampak. Selain pencarian, tim menjalankan pertolongan, evakuasi, dukungan medis, distribusi bantuan, serta mobilisasi tenaga kesehatan ke lokasi terdampak bencana.
Helikopter Dauphin Basarnas turut dikerahkan untuk mendukung evakuasi medis dan mobilisasi penanganan korban selama operasi berlangsung di Flores. Sarana udara itu juga digunakan untuk dropping bantuan dan mobilisasi tenaga medis Kementerian Kesehatan ke wilayah terdampak gempa.
Fathur menegaskan penutupan operasi bukan berarti akses bantuan dan evakuasi bagi warga terdampak ikut dihentikan sepenuhnya oleh pemerintah. Namun, operasi dapat dibuka kembali jika terdapat permintaan evakuasi atau laporan penemuan korban di kemudian hari di lapangan.
Keputusan penutupan menandai pergeseran penanganan dari fase tanggap darurat menuju masa transisi pemulihan di NTT pascagempa tersebut.vDalam fase berikutnya, penanganan kebutuhan warga terdampak berlanjut melalui mekanisme pemerintah dan koordinasi lintas lembaga terkait di daerah.
Fathur mengapresiasi seluruh personel Tim SAR Gabungan yang bekerja selama operasi pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban gempa Flores. Ia menilai kerja bersama TNI-Polri, pemerintah daerah, PMI, relawan, dan potensi SAR memperkuat respons kemanusiaan selama bencana berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....