Pembangunan Hunian Tetap 224 KK Dampak Erupsi Gunung Lewotobi Dipercepat
- 09 Sep 2026 08:50 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka— Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur. Langkah ini diambil guna memastikan warga yang kehilangan tempat tinggal dapat segera menghuni rumah yang aman dan layak.
Arahan tersebut disampaikan Gubernur Melki saat memimpin rapat koordinasi penanganan bencana bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur yang berlangsung di Kantor Bank NTT Maumere, Senin 7 September 2026 malam. Pihaknya menargetkan pembangunan 244 unit rumah di lokasi Huntap Kuhe, Kecamatan Titehena, dapat dimulai sekaligus dirampungkan sepenuhnya pada tahun ini.
“Kita ingin pembangunan 244 unit rumah di Huntap Kuhe ini dimulai dan selesai tahun ini. Pemkab Flores Timur sudah menyatakan kesiapan, dan kita akan bersama-sama memastikan proses relokasi warga berjalan dengan baik,” kata Gubernur NTT Melki Laka Lena.
Gubernur Melki menegaskan bahwa kunci sukses relokasi ini terletak pada kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, pemprov, dan pemerintah pusat. Keterpaduan lintas sektor dinilai penting agar berbagai hambatan teknis maupun administrasi di lapangan bisa langsung dituntaskan.
Penetapan kawasan Kuhe di Kecamatan Titehena sebagai titik pembangunan Huntap didasarkan pada kajian teknis. Lokasi tersebut dinilai aman dari ancaman bahaya erupsi susulan Gunung Lewotobi Laki-Laki, sekaligus memadai untuk penataan kawasan pemukiman baru.
Pemerintah Provinsi NTT berharap, dengan percepatan penyediaan Huntap ini, proses pemulihan kondisi sosial dan ekonomi warga korban bencana di Flores Timur dapat berlangsung cepat, terukur, dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....