BNPB Siapkan Huntara bagi 240 Rumah Rusak Berat Nagekeo

  • 12 Sep 2026 11:26 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Nagekeo – Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB RI Mayjen TNI Budi Irawan, S.IP., M.Si., kembali mengunjungi Kabupaten Nagekeo untuk menjelaskan rencana pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak gempa bumi. Penjelasan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Nagekeo, pada Jumat, 11 September 2026.

Pertemuan dihadiri Bupati Nagekeo, Wakil Bupati Nagekeo, tenaga ahli BNPB, serta pimpinan organisasi perangkat daerah. Dalam kesempatan itu, Deputi BNPB memaparkan skema pembangunan Huntara sekaligus membuka ruang diskusi untuk menerima pertanyaan dan masukan dari pemerintah daerah.

Budi Irawan menjelaskan, BNPB memiliki tugas utama dalam penanganan masa darurat, terutama memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak seperti makanan, tenda, selimut, dan matras. Saat ini penanganan mulai memasuki masa transisi menuju pemulihan, namun BNPB tetap akan mendampingi hingga pembangunan Huntara selesai.

Menurut Budi, percepatan pembangunan Huntara dilakukan atas persetujuan Kepala BNPB karena masyarakat tidak dapat terlalu lama tinggal di tenda. Berdasarkan data yang ada, sekitar 240 rumah rusak berat menjadi prioritas dalam pembangunan Huntara di Kabupaten Nagekeo.

Pembangunan Huntara direncanakan menggunakan dua skema, yakni tipe insitu yang dibangun di lokasi rumah warga dan tipe komunal. BNPB lebih menyarankan tipe insitu karena dinilai dapat memudahkan proses pembangunan hunian tetap pada tahap pemulihan berikutnya.

Nilai pembangunan Huntara disepakati sebesar Rp34 juta untuk setiap unit. Material bangunan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan, antara lain menggunakan baja ringan maupun kayu.

Wakil Bupati Nagekeo selaku Komandan Posko Tanggap Darurat menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah penanganan bagi masyarakat terdampak gempa. Upaya tersebut akan terus dioptimalkan untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi selama proses transisi menuju pemulihan.

Pertemuan tersebut diharapkan mempercepat realisasi pembangunan Huntara bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat. Dengan tersedianya hunian sementara yang lebih layak dan aman, masyarakat diharapkan dapat segera meninggalkan tenda dan menjalani proses pemulihan dengan kondisi yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....