Polres Manggarai Berikan Trauma Healing bagi Anak Penyintas Gempa Bumi di Lentang
- 07 Sep 2026 13:27 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai — Gempa bumi tak hanya meninggalkan kerusakan bangunan, tetapi juga menyisakan ketakutan bagi anak-anak yang mengalaminya. Karena itu, Polres Manggarai melalui personel Konselor dan Bhabinkamtibmas menggelar trauma healing bagi sekitar 115 anak penyintas gempa di Desa Lentang, Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai, Senin 7 September 2026.
Kegiatan dalam rangka Operasi Aman Nusa II Turangga 2026 tersebut berlangsung di SDI Watu Weri dan SMPN 2 Lelak mulai pukul 08.00 Wita. Sebanyak 15 personel Konselor dan tiga Bhabinkamtibmas diterjunkan untuk mendampingi anak-anak. Suasana kegiatan dibuat jauh dari kesan formal. Anak-anak diajak berinteraksi dan mengikuti berbagai aktivitas menyenangkan untuk membantu mengurangi rasa takut, cemas dan khawatir setelah mengalami bencana.
Tawa dan keceriaan pun dihadirkan sebagai bagian dari upaya mengembalikan rasa aman serta kepercayaan diri mereka. Polres Manggarai menilai pemulihan pascagempa tidak cukup hanya dengan memperbaiki rumah dan fasilitas yang rusak. Kondisi psikologis anak juga perlu mendapat perhatian agar pengalaman bencana tidak meninggalkan trauma berkepanjangan.
Kehadiran Bhabinkamtibmas sekaligus menjadi bentuk pendampingan langsung kepada masyarakat, sementara para guru SDI Watu Weri dan SMPN 2 Lelak turut mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung. Di tengah aktivitas pemulihan tersebut, personel Polres Manggarai berupaya membangun kedekatan dengan para penyintas melalui pendekatan humanis dan persuasif.
Anak-anak diberi ruang untuk bermain, berinteraksi dan kembali menikmati suasana bersama teman-temannya. Di akhir kegiatan, para peserta juga mendapatkan snack sebagai bentuk perhatian yang semakin menambah keceriaan mereka. Kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar hingga selesai.
Bagi Polres Manggarai, trauma healing ini bukan sekadar agenda operasi, melainkan bagian dari upaya memastikan anak-anak penyintas tidak menghadapi dampak bencana seorang diri. Dukungan psikologis, kehadiran guru, keluarga, masyarakat dan aparat menjadi modal penting agar mereka perlahan bangkit dari ketakutan, kembali belajar dengan tenang, dan menatap masa depan dengan lebih optimistis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....