Polri Pulihkan Trauma Guru Siswa Pascagempa Sikka
- 05 Sep 2026 10:30 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Sikka pada 15 Agustus 2026 tak hanya meretakkan bangunan, tetapi juga mengguncang rasa aman guru dan siswa. Kondisi itu mendorong Polri turun langsung mendampingi warga sekolah melalui pemulihan psikologis pascabencana.
Tim Psikologi Biro SDM Polda NTT bersama Bag SDM Polres Sikka menggelar pendampingan psikologi dan trauma healing bagi guru serta sekitar 600 siswa SMP Negeri 1 Maumere, Kamis 3 September 2026. Kegiatan dimulai pukul 08.30 WITA di lokasi sementara sekolah, Jalan Mawar, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.
SMP Negeri 1 Maumere terpaksa memindahkan aktivitas pembelajaran dari gedung utama setelah sejumlah bagian bangunan mengalami keretakan akibat gempa. Lokasi sementara menjadi ruang belajar baru bagi para siswa sekaligus tempat mereka beradaptasi dengan situasi pascabencana.
Kegiatan dipimpin Kasubbagsipol Biro SDM Polda NTT Kompol Prasetyo Dwi Laksono, S.Psi., bersama Tim Psikologi Biro SDM Polda NTT dan personel Bag SDM Polres Sikka. Pendampingan diarahkan bukan sekadar untuk menghibur, tetapi membantu guru dan siswa mengenali serta mengelola tekanan psikologis setelah gempa.
Para guru mengikuti Terapi USEFT sebagai salah satu metode pendampingan psikologis, sedangkan siswa diajak bermain, berekspresi, dan mengikuti berbagai kegiatan hiburan. Suasana yang semula serius perlahan berubah lebih cair ketika para siswa terlibat aktif dalam permainan dan aktivitas bersama.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat menekan kecemasan sekaligus menumbuhkan kembali rasa aman di lingkungan sekolah. Bagi siswa, dukungan psikologis diperlukan agar pengalaman gempa tidak berkembang menjadi beban yang mengganggu konsentrasi dan semangat belajar.
Perpindahan sekolah ke lokasi sementara membuat rutinitas belajar para siswa berubah drastis setelah gempa. Karena itu, pemulihan mental menjadi bagian penting agar proses pendidikan dapat berjalan tanpa terus dibayangi ketakutan.
Pendampingan psikologis ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pascagempa di Kabupaten Sikka yang menyasar kelompok pendidikan. Sebab, ketika bangunan sekolah belum sepenuhnya pulih, rasa aman dan semangat belajar para siswa juga perlu lebih dulu dibangun kembali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....