Polres Ende Gelar Trauma Healing untuk Pulihkan Mental 300 Siswa SMAN 2 Ende
- 04 Sep 2026 14:06 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Kepolisian Resor Ende, Polda Nusa Tenggara Timur, menggelar trauma healing bagi 300 siswa SMAN 2 Ende, Jumat 4 September 2026 pagi. Kegiatan tersebut digelar untuk membantu siswa mengatasi ketakutan dan kecemasan setelah gempa bumi mengguncang wilayah Pulau Flores sebelumnya.
Pendampingan berlangsung di Kelurahan Roworena, Kecamatan Ende Utara, dengan rangkaian sesi interaktif yang melibatkan seluruh peserta secara aktif. Personel Polres Ende menjadi konselor dalam kegiatan tersebut, yakni Aipda Yumias Markus Lete dan Brigpol Novi Asmiyati setempat.
Kegiatan dipimpin personel Bagian SDM bersama Satuan Lalu Lintas Polres Ende sebagai bentuk pendampingan psikologis pascabencana bagi siswa. Selama sesi berlangsung, siswa diajak berinteraksi melalui aktivitas yang mendorong keberanian, ketenangan, serta kemampuan mengelola emosi setelah gempa.
Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata mengatakan trauma healing diperlukan agar siswa tidak berlarut-larut dalam ketakutan dan kecemasan. Ia menilai pemulihan emosional penting agar pelajar dapat kembali mengikuti pembelajaran dengan tenang tanpa dibayangi kepanikan berkepanjangan.
Menurut Yudhi, kepolisian akan melanjutkan pendampingan ke sekolah lain untuk memantau kondisi psikologis siswa selama masa pemulihan pascagempa. Langkah itu diarahkan untuk membantu sekolah menciptakan suasana belajar yang aman, kondusif, dan mendukung pemulihan mental peserta didik.
Antusiasme terlihat ketika siswa mengikuti permainan dan interaksi kelompok yang dirancang untuk membuka ruang ekspresi secara lebih leluasa. Pendekatan tersebut membuat suasana pemulihan berlangsung lebih cair, sekaligus memberi kesempatan siswa menyampaikan pengalaman dan perasaan mereka terbuka.
Dua siswi, Lidia Bara dan Karmen Najwa, menyampaikan apresiasi karena kegiatan tersebut membantu mereka menghadapi dampak psikologis gempa. Mereka menilai sosialisasi trauma healing memberi pemahaman tentang cara menghadapi ketakutan sekaligus menjaga semangat selama proses pemulihan berlangsung.
Lidia tercatat sebagai siswi kelas XII IPA 2, sedangkan Karmen merupakan siswi kelas XII Bahasa 1 SMAN 2 Ende. Keduanya menjadi bagian dari peserta yang mengikuti pendampingan hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 10.00 Wita pagi.
Polres Ende menyatakan pemantauan kondisi psikologis warga akan terus dilakukan bersama sekolah dan unsur terkait di wilayah Kabupaten Ende. Pendampingan serupa disiapkan untuk sekolah lain sebagai bagian dari upaya menjaga pemulihan mental siswa setelah bencana gempa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....