SD Inpres Dorameli Belajar di Tenda Darurat, Butuh Tambahan Tenda Demi Kenyamanan
- 07 Sep 2026 01:04 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Nagekeo – Kegiatan belajar mengajar di SD Inpres Dorameli, Desa Raja Selatan, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, berlangsung di luar ruang kelas setelah gempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Kondisi ini dilakukan karena bangunan sekolah mengalami kerusakan dan belum aman digunakan oleh guru maupun siswa.
Kepala SD Inpres Dorameli, Hiasintha Poeroewati Padi, S.Pd.SD, kepada RRI, Jumad, 4 September 2026 mengatakan, siswa kelas 1 hingga 3 mengikuti pembelajaran di tenda yang berada di depan kantor desa. Sebelumnya, pembelajaran dilakukan di sejumlah posko pengungsian, namun kehadiran siswa sulit dikontrol karena sebagian mengikuti orang tua ke sawah atau kebun.
Sementara itu, siswa kelas 4 hingga 6 mengikuti pembelajaran di halaman sekolah dengan memanfaatkan naungan pohon. Guru memberikan materi esensial sekaligus edukasi mengenai bahaya gempa untuk meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan siswa.
“Selain pembelajaran, kami juga memberikan pendampingan trauma healing agar anak-anak tidak mengalami trauma akibat gempa,” ujar Hiasintha.
Hiasintha menjelaskan, kondisi bangunan sekolah mengalami banyak keretakan hingga mencapai bagian pondasi. Karena kondisi tersebut, guru dan siswa masih belum berani melakukan aktivitas pembelajaran di dalam ruang kelas.
Hingga kini, SD Inpres Dorameli belum menerima bantuan tenda darurat dari BNPB untuk mendukung kegiatan pembelajaran. Tenda yang digunakan berasal dari bantuan organisasi seperti Plan serta swadaya orang tua murid, komite sekolah dan Pemerintah Desa Dorameli yang membangun ruang kelas darurat menggunakan terpal.
Pihak sekolah saat ini masih membutuhkan sejumlah perlengkapan untuk mendukung proses belajar mengajar, di antaranya terpal, tikar dan alat tulis-menulis. Bantuan tersebut dinilai penting agar kegiatan pembelajaran tetap berjalan meskipun sekolah belum dapat menggunakan bangunan utama.
Hiasintha berharap terjalin kolaborasi dan komunikasi yang baik antara pihak sekolah dengan pemerintah serta dinas terkait dalam penanganan kondisi pascagempa. Ia juga berharap adanya fasilitas tenda darurat yang layak sehingga guru dan siswa dapat belajar dengan lebih tenang tanpa rasa khawatir terhadap kondisi bangunan sekolah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....