Dari Tenda Pengungsian, Polri Kawal Pemulihan Ngada

  • 04 Sep 2026 13:48 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ngada – Secara bertahap, warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Ngada mulai meninggalkan tenda pengungsian dan kembali ke rumah masing-masing. Namun, kepulangan tersebut bukan berarti seluruh proses penanganan bencana telah selesai karena sebagian warga masih menghadapi kekhawatiran, kerusakan rumah, serta dampak psikologis pascagempa.

Memasuki masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan, Pemerintah Kabupaten Ngada bersama Forkopimda, BNPB, TNI-Polri, instansi terkait, dan relawan terus memperkuat koordinasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara aman, bertahap, dan memperoleh dukungan sesuai kebutuhan.

Upaya tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Koordinasi Posko Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi Kabupaten Ngada di Posko Penanganan Tanggap Darurat, pada Kamis, 3 September 2026.

Kapolres Ngada AKBP Dr. Gede Harimbawa menyampaikan arahan Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., bahwa berakhirnya masa tanggap darurat tidak berarti berakhir pula perhatian Polri kepada masyarakat. Menurutnya, tahapan pemulihan tetap membutuhkan kehadiran Polri melalui pelayanan kepada masyarakat, pemeliharaan keamanan dan ketertiban, serta kegiatan kemanusiaan.

“Polri akan terus mendukung setiap tahapan penanganan pascabencana agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman dan berangsur-angsur pulih,” ujar Kapolres Ngada.

Kapolres menambahkan, pemenuhan kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian, mulai dari pelayanan kesehatan, trauma healing, ketersediaan makanan dan air bersih, hingga pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan juga terus dilakukan agar proses pemulihan berjalan sesuai kondisi di lapangan.

“Kelancaran pelayanan kepada warga terdampak menjadi prioritas utama, baik pelayanan kesehatan, trauma healing, ketersediaan makanan dan air bersih, maupun upaya bersama menjaga harkamtibmas,” ujarnya.

Selain pemulihan fisik, kondisi psikologis masyarakat juga menjadi perhatian dalam penanganan pascabencana. Polres Ngada bersama unsur Polda NTT terus melaksanakan trauma healing dan pelayanan kesehatan, khususnya bagi anak-anak serta kelompok masyarakat yang masih membutuhkan pendampingan.

Upaya tersebut mendapat apresiasi dari Vikep Bajawa RD. Gabriel Idrus yang menilai pendampingan psikologis merupakan bagian penting dalam membantu masyarakat melewati masa pemulihan. Pemulihan pascabencana, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan pembangunan kembali fasilitas yang rusak, tetapi juga mengembalikan rasa aman dan harapan masyarakat.

Seiring dengan kembalinya warga ke rumah masing-masing, sejumlah dukungan darurat mulai disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan. Empat titik dapur lapangan yang sebelumnya melayani kebutuhan pengungsi juga mulai dinormalisasi secara bertahap, namun koordinasi dan pemantauan tetap dilakukan.

Validasi data kerusakan dan dampak gempa menjadi bagian penting dalam tahapan berikutnya. Data yang akurat dan sesuai kondisi lapangan diperlukan sebagai dasar pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi agar bantuan serta program pemulihan dapat diberikan secara tepat sasaran.

Polri bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus mengawal proses pemulihan masyarakat Kabupaten Ngada. Bagi warga terdampak, kembali ke rumah merupakan awal dari proses untuk menata kehidupan sekaligus membangun kembali rasa aman setelah menghadapi bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....