Pemkab Sikka Data Kerusakan Rumah Pascagempa

  • 04 Sep 2026 03:31 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Gempa yang menewaskan enam warga telah merusak sekitar 4.248 rumah dengan kategori kerusakan ringan, sedang, hingga berat di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
  • Kecamatan Palue mengalami dampak paling parah karena lokasi relatif dekat dengan pusat gempa dengan kerusakan meliputi enam desa.
  • Kerusakan mencakup fasilitas pendidikan, rumah ibadah, dan infrastruktur publik lainnya yang memerlukan penanganan dan pendataan lebih lanjut.

RRI.CO.ID, Sikka - Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, terus mendata dan menangani dampak gempa yang menewaskan enam warga serta merusak ribuan rumah dan sejumlah fasilitas publik. Hingga kini, pendataan awal mencatat sekitar 4.248 rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang, hingga berat.

Kepala Dinas PUPR Sikka sekaligus Plt. Sekda Sikka, Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, kepada RRI, Kamis, 3 September 2026, mengatakan Kecamatan Palue menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah karena lokasinya relatif dekat dengan pusat gempa. Kerusakan dilaporkan terjadi di sekitar enam desa, termasuk fasilitas pendidikan, rumah ibadah, dan infrastruktur lainnya.

Pemerintah belum melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi secara menyeluruh karena Kabupaten Sikka masih berada dalam masa tanggap darurat hingga 11 September. Namun, proses menuju masa transisi pemulihan telah dimulai melalui pembentukan tim enumerator yang melakukan verifikasi dan validasi kondisi rumah warga sebagai dasar penetapan data by name by address (BNBA).

Selain rumah warga, pemerintah bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Dinas PUPR Sikka melakukan asesmen terhadap bangunan pemerintah, sekolah, fasilitas kesehatan, dan rumah ibadah. Sejumlah ruang kelas yang mengalami kerusakan berat terpaksa digunakan secara terbatas, dengan kegiatan belajar mengajar berlangsung di tenda atau menggunakan terpal, sementara sekitar 95 persen bangunan pemerintah masih dalam kondisi baik.

Dari sisi akses transportasi, sejumlah ruas jalan yang sempat tertutup longsor telah dibuka kembali dengan dukungan alat berat dari berbagai pihak. Pemerintah masih memantau beberapa titik yang kembali tertutup material longsor akibat getaran gempa, sementara kondisi sejumlah jembatan juga tengah menjalani asesmen.

Kebutuhan mendesak saat ini adalah air bersih dan logistik, terutama bagi masyarakat di Kecamatan Palue yang menghadapi persoalan kekeringan dan kerusakan bak penampungan air. Pemerintah juga menyiapkan rumah hunian sementara bagi warga yang rumahnya rusak berat serta terus menyalurkan bantuan berupa tenda, kasur, beras, air mineral, dan kebutuhan pangan lainnya.

Margaretha mengatakan penanganan dampak gempa tidak hanya menyasar kebutuhan fisik, tetapi juga pemulihan psikososial karena sebagian warga masih mengalami trauma. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap beraktivitas secara normal dengan meningkatkan kewaspadaan, membatasi aktivitas di rumah yang mengalami kerusakan, serta mengikuti informasi dan arahan resmi pemerintah maupun BMKG terkait potensi gempa susulan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....