Pulihkan Keceriaan Anak Pascagempa, Polres Ngada Gelar Trauma Healing di SDN Late

  • 02 Sep 2026 08:20 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ngada – Di tengah suasana pascagempa yang masih menyisakan kecemasan, senyum dan tawa anak-anak kembali menghiasi halaman SDN Late, Desa Turekisa, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada, Senin, 31 Agustus 2026. Polres Ngada melalui Satuan Binmas menghadirkan kegiatan trauma healing sebagai bagian dari upaya membantu anak-anak melewati masa pemulihan setelah bencana.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Ngada AKP A. A Ngr Gde Sumadi bersama personel Sat Binmas. Pendekatan yang dilakukan dikemas secara humanis dan menyenangkan agar anak-anak dapat mengikuti kegiatan tanpa merasa terbebani oleh pengalaman pascagempa.

Kehadiran personel Polri tidak hanya memberikan pendampingan, tetapi juga menciptakan ruang bagi anak-anak untuk bermain, berinteraksi dan kembali membangun kepercayaan diri. Aktivitas tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi rasa takut sekaligus memberikan suasana yang lebih aman dan nyaman bagi para siswa.

Dalam kegiatan tersebut, personel Sat Binmas mengajak anak-anak berkomunikasi dan mengikuti berbagai aktivitas yang menyenangkan. Interaksi yang dibangun secara dekat dan penuh keakraban menjadi sarana untuk mengembalikan keceriaan anak-anak setelah menghadapi situasi menegangkan akibat gempa bumi.

Kapolres Ngada melalui Kasat Binmas Polres Ngada AKP A. A Ngr Gde Sumadi mengatakan, pendampingan psikologis bagi anak-anak menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana. “Kami ingin anak-anak kembali merasa aman, ceria dan memiliki semangat untuk melanjutkan aktivitas mereka setelah mengalami bencana,” ujarnya.

Menurutnya, trauma pada anak tidak selalu terlihat secara langsung sehingga diperlukan pendekatan yang sesuai dengan usia dan kondisi mereka. Karena itu, kegiatan sederhana seperti bermain, berkomunikasi dan menciptakan suasana ceria diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membantu anak-anak memulihkan rasa percaya diri.

Kegiatan trauma healing tersebut juga menjadi bentuk kehadiran Polri yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi turut memberikan perhatian terhadap kondisi sosial dan psikologis masyarakat terdampak bencana. Polres Ngada berkomitmen untuk terus mendukung masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, selama proses pemulihan berlangsung.

Suasana ceria terlihat selama kegiatan berlangsung ketika anak-anak mulai berinteraksi dengan personel kepolisian dan teman-temannya. Tawa dan senyum yang kembali muncul menjadi gambaran bahwa dukungan serta perhatian dari berbagai pihak dapat memberikan energi positif bagi anak-anak di tengah situasi pascabencana.

Melalui Operasi Aman Nusa II Turangga 2026, Polres Ngada akan terus mengoptimalkan berbagai kegiatan kemanusiaan di wilayah terdampak gempa. Kehadiran personel di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus memperkuat semangat gotong royong untuk bersama-sama bangkit dan pulih.

Bagi anak-anak, pemulihan tidak hanya tentang kembali ke rumah atau sekolah, tetapi juga tentang mengembalikan rasa aman dan keceriaan mereka. Dari senyum yang kembali merekah, tumbuh harapan agar generasi muda di wilayah terdampak mampu bangkit dan menatap masa depan dengan penuh semangat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....