Sekolah di Ende Fokus Pulihkan Trauma Pascagempa

  • 01 Sep 2026 20:18 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, mulai kembali berjalan setelah gempa mengguncang Pulau Flores 17 hari lalu. Meski demikian, kegiatan pada pekan pertama pascagempa belum sepenuhnya kembali normal seperti sebelumnya.

Kebijakan tersebut berlaku bagi satuan pendidikan mulai dari PAUD/TK, SD hingga SMP di Kabupaten Ende. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende meminta sekolah memprioritaskan pemulihan trauma anak melalui berbagai kegiatan yang menyenangkan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Venantius Minggu, mengatakan pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh sekolah terkait pelaksanaan kegiatan selama masa pemulihan pascagempa. Pada minggu pertama, sekolah tidak difokuskan pada pembelajaran akademik, melainkan pemulihan kondisi psikologis peserta didik dan edukasi mitigasi bencana.

"Kita sudah keluarkan surat edaran ke sekolah-sekolah bahwa dalam minggu ini KBM tidak berjalan seperti biasa, hanya fokus pada pemulihan pascagempa dan trauma anak-anak," ujar Venantius kepada RRI, Selasa 1 September 2026. Menurutnya, kegiatan di sekolah diarahkan untuk mengembalikan rasa aman, nyaman, dan kepercayaan diri anak setelah mengalami gempa.

Venantius mengatakan kegiatan belajar mengajar secara normal direncanakan kembali berlangsung mulai minggu kedua atau 7 September 2026. Pemerintah daerah, kata dia, berupaya memastikan hak anak untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi tanpa mengabaikan keselamatan selama masa pemulihan.

Sekolah dengan bangunan yang mengalami kerusakan ringan dan sedang masih diperbolehkan menggunakan ruang kelas dengan pengaturan khusus. Mobiler diminta dipindahkan ke bagian pinggir ruangan sehingga tersedia ruang terbuka yang memudahkan siswa keluar apabila terjadi gempa susulan.

Kepala SD GMIT 4 Ende, Selfiana Teresia, S.Pd.SD dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ende Venantius Minggu

Sementara itu, siswa dilarang menggunakan ruang kelas pada bangunan yang mengalami kerusakan berat. Kegiatan belajar bagi sekolah dengan kondisi tersebut diarahkan berlangsung di luar gedung atau pada lokasi yang dinilai lebih aman.

Pemerintah Kabupaten Ende juga menyiapkan bantuan tenda bagi sekolah yang sejumlah ruang belajarnya mengalami kerusakan berat. Hingga saat ini, sebanyak 227 sekolah dari jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP telah diusulkan untuk mendapat dukungan sarana belajar selama masa pemulihan.

Kepala SD GMIT 4 Ende, Selfiana Teresia, S.Pd.SD, mengatakan sekolahnya mulai melaksanakan kegiatan sesuai arahan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende. Namun, kegiatan masih dilakukan dengan kewaspadaan karena gempa susulan masih kadang dirasakan warga.

Menurut Selfiana, sejumlah bagian bangunan SD GMIT 4 Ende mengalami retakan, baik di dalam maupun di luar ruang kelas. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah memilih melaksanakan kegiatan belajar di lapangan dan teras sekolah demi menjaga keselamatan siswa dan guru.

"Kendala untuk sekolah kami adalah kami sangat membutuhkan terpal untuk siswa karena sebagian gedung SD GMIT 4 Ende mengalami retak dan terdapat bangunan berlantai dua," ujar Selfiana. Ia berharap pemerintah turut memberikan perhatian kepada sekolah swasta agar kegiatan belajar anak-anak dapat berlangsung aman selama pemulihan trauma pascagempa.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan belajar di SD GMIT 4 Ende masih menekankan literasi dan numerasi dengan jadwal yang disesuaikan. Siswa kelas I dan II mengikuti kegiatan hingga pukul 10.00, sedangkan kelas III hingga VI hingga pukul 11.00 sebagai bagian dari penyesuaian pembelajaran selama masa pemulihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....