Teknologi Digital Perlu Diimbangi Penguatan Karakter Pelajar
- 19 Sep 2026 20:35 WIB
- Ende
Poin Utama
- Teknologi digital memberikan kemudahan bagi pelajar dalam memperoleh informasi, berkomunikasi, dan mendukung proses pembelajaran, namun perlu diimbangi dengan penguatan karakter.
- Guru Bimbingan Konseling SMAN 1 Ende Paula Florifilin Silfira Ndolu menekankan bahwa nilai kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab harus terus dibangun pada peserta didik.
- Perkembangan teknologi tidak boleh menggeser nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari peserta didik, sehingga perlu pendampingan karakter yang konsisten.
RRI.CO.ID, Ende – Perkembangan teknologi digital memberikan kemudahan bagi pelajar dalam memperoleh informasi, berkomunikasi, dan mendukung proses pembelajaran. Namun, pemanfaatan teknologi perlu diimbangi dengan penguatan karakter, terutama nilai kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Hal tersebut disampaikan Guru Bimbingan Konseling SMAN 1 Ende, Paula Florifilin Silfira Ndolu, dalam wawancara bersama RRI Ende, Sabtu,19 September 2026. Menurutnya, karakter peserta didik perlu terus dibangun agar perkembangan teknologi tidak menggeser nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
Paula menjelaskan, kejujuran menjadi salah satu fondasi penting bagi peserta didik dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital. Sikap jujur tidak hanya diterapkan dalam proses belajar di sekolah, tetapi juga ketika siswa berinteraksi dan menyampaikan informasi melalui media digital.
Selain kejujuran, kedisiplinan juga perlu menjadi kebiasaan yang diterapkan secara konsisten. Penggunaan gawai dan media sosial yang tidak terkontrol dapat mengganggu waktu belajar, sehingga siswa perlu belajar mengatur waktu dan menentukan prioritas.
Paula menilai tanggung jawab juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda. Setiap aktivitas di ruang digital, termasuk membuat, membagikan, maupun memberikan komentar terhadap sebuah konten, perlu dilakukan dengan mempertimbangkan dampaknya bagi diri sendiri dan orang lain.
Ia menambahkan, guru Bimbingan Konseling memiliki peran dalam mendampingi peserta didik menghadapi berbagai persoalan, termasuk persoalan yang berkaitan dengan penggunaan teknologi. Pendampingan perlu dilakukan melalui komunikasi yang terbuka agar siswa memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan dan mencari solusi secara bersama.
Pembentukan karakter, menurut Paula, tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Peran keluarga juga penting melalui keteladanan, pengawasan, serta komunikasi yang baik dengan anak dalam penggunaan teknologi dan media sosial.
Ia berharap peserta didik mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas sekaligus berkarakter. Dengan membangun kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab sejak di bangku sekolah, generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung pendidikan dan pengembangan diri.
Penguatan karakter tersebut sejalan dengan arah pendidikan yang menempatkan sekolah tidak hanya sebagai tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan moral dan integritas peserta didik. Kemendikdasmen juga menekankan pentingnya budaya digital yang sehat, aman, bijaksana, dan bertanggung jawab di lingkungan pendidikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....