Ruang Kata 2026 Latih Siswa Solor Menulis
- 01 Sep 2026 20:41 WIB
- Ende
Poin Utama
- Rumah Hanasta menyelenggarakan pelatihan penulisan cerita pendek dan puisi berjudul Ruang Kata 2026 pada 28-29 Agustus 2026 di Pulau Solor.
- Pelatihan melibatkan siswa SMP dan SMA dari berbagai sekolah di Pulau Solor dengan dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
- Kegiatan ini bertujuan menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan gagasan dan menghasilkan karya sastra yang dapat dinikmati bersama.
RRI.CO.ID, Flores Timur - Rumah Hanasta menggelar pelatihan penulisan cerita pendek dan puisi bertajuk Ruang Kata 2026: Kolaborasi Komunitas dalam Penguatan Bahasa dan Sastra pada 28-29 Agustus 2026 di Pulau Solor. Kegiatan tersebut melibatkan siswa SMP dan SMA dari sejumlah sekolah di Pulau Solor, meski belum seluruh sekolah dapat mengirimkan peserta.
Pelatihan ini mendapat dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui program Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok Masyarakat Fasilitasi dan Apresiasi bagi Komunitas Literasi. Rumah Hanasta menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang bagi anak-anak untuk berani menuangkan gagasan sekaligus menghasilkan karya sastra yang dapat dinikmati bersama.
Pemateri Sil Petara Hurit mengajak peserta mengenal proses menulis puisi, mulai dari menggali gagasan hingga menuangkannya dalam bentuk karya. Peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga menulis puisi dan membacakannya di hadapan peserta lain.
Materi cerita pendek disampaikan Reymundus Ciku Koten dengan mengajak peserta menemukan ide awal cerita dan mengembangkannya menjadi tulisan. Sejumlah peserta kemudian mendapat kesempatan membacakan cerpen hasil karya mereka di hadapan peserta lainnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan, terutama saat mereka diberi ruang untuk membaca dan membagikan hasil tulisan. Ketua Panitia Ruang Kata 2026, Eduard Sogen, epasa RRI, Selasa, 1 September 2026, mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat membangun sekaligus mengembangkan minat menulis anak-anak Solor.
“Semoga kegiatan ini dapat menjadi pelecut semangat bagi adik-adik dalam menulis karya,” ujar Eduard. Guru yang mendampingi peserta juga berharap kegiatan serupa terus berlanjut agar semangat belajar dan menulis anak-anak di Pulau Solor tetap terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....