Gubernur Melki: Bantuan Gempa Flores Harus Merata, Tak Boleh Ada Warga Terlewat
- 01 Sep 2026 20:40 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memperkuat penanganan masa tanggap darurat gempa Flores. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memimpin rapat bersama Forkopimda Provinsi NTT, Senin, 31 Agustus 2026, untuk mengevaluasi penanganan bencana sekaligus memastikan bantuan dan perlindungan menjangkau seluruh masyarakat terdampak.
Berdasarkan data per 30 Agustus 2026, gempa telah menyebabkan 115 orang meninggal dunia, 1.780 orang luka-luka, 172.050 orang mengungsi, serta 90.600 rumah mengalami kerusakan. Dalam rapat tersebut, Gubernur Melki menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan harus diterima seluruh masyarakat yang membutuhkan, tanpa terkonsentrasi hanya pada wilayah atau titik pengungsian tertentu.
Karena itu, pemerintah terus memperkuat pendataan lokasi pengungsian, jumlah warga, serta kebutuhan di setiap wilayah agar distribusi bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran, sesuai kebutuhan dan merata. “Bantuan harus bisa didapat oleh semua masyarakat yang membutuhkan,” kata Melki.
Selain kebutuhan pangan dan tempat tinggal, pemerintah juga memberikan perhatian serius terhadap air bersih, sanitasi dan pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian. Perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak-anak, turut diperkuat, termasuk melalui pendampingan psikososial dan trauma healing.
Pemerintah juga mengantisipasi munculnya berbagai penyakit yang berpotensi berkembang di tengah kondisi pengungsian akibat keterbatasan sanitasi dan kepadatan warga. Gubernur Melki mengingatkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada kehidupan masyarakat di tenda pengungsian. Secara bertahap, aktivitas masyarakat harus mulai kembali berjalan dengan mempertimbangkan kondisi dan tingkat keamanan setiap wilayah.
“Pelan-pelan sektor kehidupan masyarakat harus kita dorong untuk kembali normal. Sektor-sektor produktif harus mulai bergerak,” ujarnya. Di sisi lain, aktivitas gempa susulan dilaporkan mulai menunjukkan tren penurunan, meski pemerintah tetap meminta masyarakat dan seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan.
Pemerintah Provinsi NTT bersama TNI-Polri, pemerintah kabupaten, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, relawan dan berbagai elemen masyarakat akan terus bergotong royong dalam proses penanganan bencana. Upaya tersebut diarahkan untuk memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, perlindungan masyarakat diperkuat dan tidak ada warga terdampak yang luput dari bantuan.
Di tengah duka dan kerusakan yang masih dirasakan masyarakat Flores, semangat kebersamaan menjadi kekuatan untuk bangkit dan secara perlahan memulihkan kehidupan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....