TNI AU dan Warga Bersama Percepat Pemulihan Pascagempa
- 31 Agt 2026 16:02 WIB
- Ende
Poin Utama
- TNI Angkatan Udara bekerja sama dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, komunitas, dan organisasi masyarakat untuk memperkuat penanganan pascagempa di Flores, Nusa Tenggara Timur.
- Dansubsatgasud Ende, Mayor Kum Dhimas Hendradi, menekankan bahwa pendekatan yang digunakan adalah kolaborasi sejati untuk memastikan bantuan menjawab kebutuhan masyarakat yang sebenarnya.
- Identifikasi kebutuhan dilakukan melalui koordinasi dengan BPBD setempat, verifikasi survei lapangan, dan pelaporan kepada pimpinan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan mencegah penumpukan barang yang tidak dibutuhkan.
RRI.CO.ID, Ende - TNI Angkatan Udara bersama pemerintah daerah, tenaga kesehatan, komunitas, organisasi masyarakat, dan warga terus memperkuat upaya penanganan pascagempa di Flores, Nusa Tenggara Timur. Dansubsatgasud Ende, Mayor Kum Dhimas Hendradi D.T., S.H., C.L.A., kepada RRI, Jumat, 28 Agustus 2026, mengatakan pendekatan yang digunakan bukan sekadar kolaborasi, melainkan bekerja bersama untuk memastikan bantuan menjawab kebutuhan masyarakat.
Dhimas menjelaskan, identifikasi kebutuhan diawali dengan koordinasi bersama BPBD setempat untuk memperoleh data mengenai kebutuhan warga di wilayah terdampak. Data tersebut kemudian diverifikasi melalui survei lapangan sebelum dilaporkan kepada pimpinan agar bantuan yang dikirim tepat sasaran dan tidak menumpuk pada barang yang tidak dibutuhkan.
Evaluasi penanganan bencana dilakukan setiap hari, mulai dari proses pemuatan dan pembongkaran bantuan, distribusi, hingga kesiapsiagaan personel pada malam hari. Setiap kekurangan di lapangan dilaporkan kepada komando atas untuk dicarikan dukungan atau solusi agar distribusi bantuan tetap berjalan.
Menurut Dhimas, tantangan terbesar dalam penanganan pascagempa Flores adalah aktivitas gempa susulan yang masih berlangsung dan sulit diprediksi. Kondisi tersebut meningkatkan risiko saat personel mendistribusikan bantuan melalui jalan yang berada di sekitar tebing atau wilayah rawan longsor, ditambah keterbatasan sejumlah fasilitas daerah.
Di tengah berbagai kendala, partisipasi masyarakat justru menjadi kekuatan penting dalam proses pemulihan. Warga yang tinggal di daerah sulit dijangkau bahkan bersedia berjalan kaki atau menggunakan kendaraan sendiri untuk mengambil bantuan ketika tim tidak dapat masuk langsung ke wilayah mereka.
Dhimas mengaku terkesan dengan sikap warga Flores yang tidak banyak menuntut bantuan dan justru menyambut personel dengan perhatian. Warga dari berbagai kelompok usia bahkan kerap menyiapkan makanan dan memberikan hasil kebun seperti singkong dan talas kepada personel, sehingga semangat untuk membantu masyarakat semakin kuat.
Ia berharap semangat kebersamaan antara aparat, pemerintah, komunitas, dan masyarakat terus dipertahankan selama proses pemulihan berlangsung. Bagi TNI AU, keterlibatan warga bukan hanya membantu mempercepat distribusi bantuan, tetapi juga menjadi modal sosial penting untuk menghadapi situasi pascabencana yang masih dinamis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....