Gempa Flores Rusak Fasilitas Umum Desa Heawea

  • 31 Agt 2026 16:03 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Gempa bumi yang melanda Pulau Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, turut menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas umum di Desa Heawea, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada. Kerusakan terjadi di Kampung Lipojo dan Kampung Teni, termasuk rumah warga, sekolah, rumah ibadah, serta fasilitas pelayanan kesehatan.

Mahasiswi Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa (STIPAR) Ende, Yosefina Martina Dai, mengaku sedih setelah menerima informasi mengenai kondisi kampung halamannya pascagempa. Rumah orang tua dan sejumlah anggota keluarganya di Kampung Lipojo dilaporkan mengalami kerusakan akibat guncangan tersebut.

Menurut Yosefina, dampak gempa tidak hanya dirasakan warga, tetapi juga mengenai sejumlah fasilitas publik yang selama ini digunakan masyarakat. SDK Lipojo, Kapela Stasi Santo Yohanes Pemandi Lipojo, serta Puskesmas dilaporkan mengalami kerusakan.

Ia mengatakan kerusakan bangunan rumah ibadah membuat kegiatan keagamaan warga tidak lagi dapat dilaksanakan di dalam kapela. Masyarakat kemudian melaksanakan kegiatan ibadah dan kerohanian di luar bangunan gereja yang terdampak.

“Kalau untuk dampak dari gempa itu cukup banyak, gereja roboh semua tidak ada yang sisa, demikian juga kantor desa dan SDK Lipojo. Sementara bangunan SMP mengalami retak,” ujar Yosefina kepada RRI.

Yosefina menjelaskan, Desa Heawea merupakan salah satu wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar. Akses jalan, jaringan listrik, dan jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut belum tersedia secara memadai seperti sejumlah desa lain di Kabupaten Ngada.

Kondisi Sejumlah fasilitas umum di Desa Heawea rusak Para

Kondisi tersebut, menurut dia, menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat dalam menghadapi dampak bencana gempa bumi. Keterbatasan akses transportasi dan komunikasi juga dapat memengaruhi kelancaran penanganan serta pemulihan wilayah terdampak.

Mewakili aspirasi kaum muda Desa Heawea, Yosefina berharap Pemerintah Kabupaten Ngada, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap warga terdampak. Ia juga meminta perbaikan sejumlah fasilitas umum yang mengalami kerusakan agar pelayanan pendidikan, kesehatan, pemerintahan, dan kegiatan keagamaan dapat kembali berjalan.

Selain penanganan kerusakan akibat gempa, Yosefina berharap pembangunan infrastruktur jalan menuju Desa Heawea dapat segera mendapat perhatian. Menurutnya, akses jalan yang memadai diperlukan untuk memperlancar transportasi masyarakat sekaligus memudahkan penanganan ketika terjadi bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....