Peduli Bencana SMSG Salurkan Bantuan Koorban Gempa
- 31 Agt 2026 16:11 WIB
- Ende
RRI.CO.ID.Sikka - Kepedulian terhadap warga terdampak gempa bumi Flores datang dari berbagai kalangan. Kali ini, solidaritas diwujudkan melalui hasil pertanian petani lokal yang disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa di Lekebai, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gerakan kemanusiaan tersebut merupakan kolaborasi Semua Murid Semua Guru (SMSG) dan Kitabisa. Bantuan berupa sayur-sayuran hasil pertanian lokal disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga yang terdampak bencana.
Di balik sayuran yang disalurkan, terdapat upaya untuk ikut menggerakkan perekonomian petani lokal. Hasil pertanian yang biasanya menjadi komoditas ekonomi, kali ini juga menjadi bagian dari aksi solidaritas bagi sesama warga Flores.
Konsep “dari petani untuk sesama” menjadi pesan utama dalam gerakan tersebut.
Petani tetap beraktivitas dan menghasilkan berbagai kebutuhan pangan di tengah situasi pascabencana. Hasil panen mereka kemudian dihimpun dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Wilfridus Kado, yang terlibat dalam proses penyaluran bantuan, mengatakan dukungan terhadap petani perlu menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan.
“Kami ingin bantuan ini memberikan manfaat ganda. Masyarakat yang terdampak gempa mendapatkan bahan pangan, sementara petani lokal juga mendapatkan dukungan melalui hasil pertanian mereka. Jadi, dari petani, hasil panennya bisa membantu sesama yang sedang membutuhkan,” ujar Wilfridus dalam rilis tertulis yang dikirim ke media ini, Minggu, 30 Agustus 2026.
Menurut Wilfridus, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan membangun kembali rumah maupun infrastruktur yang rusak. Kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat juga harus kembali bergerak.
Salah satu caranya adalah dengan memberikan ruang bagi masyarakat lokal untuk tetap berproduksi dan mendapatkan manfaat dari hasil kerja mereka. Dalam gerakan ini, petani tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga menjadi bagian dari rantai kemanusiaan.
Hasil pertanian mereka membantu memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak, sekaligus memberikan dukungan terhadap keberlangsungan ekonomi keluarga petani. Bagi masyarakat penerima bantuan, sayuran segar dapat langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan sehari-hari.
Sementara bagi petani, adanya dukungan terhadap hasil produksi menjadi dorongan untuk terus beraktivitas di tengah kondisi pascabencana. Kolaborasi SMSG dan Kitabisa memperlihatkan bahwa aksi kemanusiaan dapat dilakukan dengan memanfaatkan potensi yang ada di tengah masyarakat.
Bantuan tidak harus selalu datang dalam bentuk uang atau barang dari luar daerah. Hasil bumi yang dihasilkan petani lokal juga dapat menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
Dengan membeli dan menyalurkan hasil pertanian lokal, gerakan kemanusiaan dapat memberikan manfaat kepada lebih banyak pihak seperti petani, warga terdampak, relawan, hingga masyarakat yang ikut berdonasi.
Wilfridus berharap model kolaborasi seperti ini dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak dalam mendukung pemulihan Flores pascabencana. “Kita ingin petani tetap berdaya dan masyarakat yang terdampak juga terbantu. Ketika keduanya bisa berjalan bersama, bantuan tidak hanya menyelesaikan kebutuhan sesaat, tetapi juga ikut menggerakkan kehidupan masyarakat,” katanya.
Gerakan tersebut menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan penting dalam menghadapi bencana. Dari kebun petani, hasil bumi bergerak menuju mereka yang membutuhkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....